OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Harga Pelumas Meroket, Tapi Jangan Tergiur dengan Oli Palsu Murah

Kipli - Senin, 22 Juni 2026
OtoTips Tips Mobil Tips Motor

KabarOto.com - Inflasi atau meroketnya harga minyak bumi dunia turut memengaruhi harga produk turunannya, sebut saja oli mesin kendaraan. Di tengah kondisi tersebut, sebagian konsumen kerap tergoda memilih produk dengan harga lebih murah tanpa memperhatikan keaslian dan kualitasnya.

Fenomena ini membuka peluang bagi peredaran oli palsu, oli ilegal, hingga oli rekondisi yang beredar di pasaran. Kenaikan harga pelumas yang diperkirakan mencapai 15 hingga 30 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya bahan baku global semakin memperbesar potensi munculnya produk-produk tidak resmi.

Baca Juga: Kenali Fungsi Relay Pada Kelistrikan Mobilmu, Banyak Manfaatnya

Dampak Negatif Oli Palsu ke Mesin

Padahal, penggunaan oli palsu dapat menimbulkan risiko kerusakan serius pada mesin kendaraan. Konsumen yang berniat menghemat biaya justru berpotensi menghadapi pengeluaran jauh lebih besar akibat kerusakan komponen mesin.

"Oli sangat menentukan perlindungan komponen internal mesin. Oli palsu umumnya memiliki daya lumas yang rendah sehingga tidak mampu meredam panas dan gesekan secara optimal. Akibatnya, mesin berisiko mengalami overheating hingga keausan dini. Oli orisinal bisa didapatkan di toko terpercaya seperti official store baik offline maupun online," kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.

Selain memicu suhu kerja mesin meningkat, oli palsu juga berpotensi menyebabkan terbentuknya sludge atau lumpur oli. Kondisi ini terjadi akibat kandungan kimia yang tidak stabil sehingga menghasilkan endapan yang dapat menyumbat saluran pelumasan.

Jika dibiarkan, pelumasan yang tidak optimal dapat mempercepat keausan komponen vital seperti piston, silinder, hingga camshaft (noken as), yang pada akhirnya meningkatkan risiko kerusakan mesin lebih serius.

Baca Juga: Cara Efektif 'Lepas' dari Operasi Kepolisian Patuh Jaya

Identifikasi Oli Palsu

Untuk menghindari penggunaan oli palsu, konsumen disarankan memperhatikan beberapa hal sebelum membeli pelumas. Pastikan kemasan memiliki QR Code atau fitur verifikasi keaslian, kondisi segel masih utuh, serta tidak terdapat tanda-tanda bekas pembukaan pada tutup botol.

Selain mengikuti jadwal servis berkala, pemilik mobil juga dianjurkan melakukan pemeriksaan volume oli secara mandiri menggunakan dipstick. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mendeteksi lebih awal apabila terjadi penurunan volume oli akibat kebocoran atau faktor lainnya.

Pengecekan oli tetap diperlukan meskipun kendaraan jarang digunakan. Sebab, kebocoran atau penurunan kualitas pelumas dapat terjadi seiring waktu. Dengan pemeriksaan rutin, potensi masalah seperti keausan komponen maupun overheating dapat dicegah sejak dini.

Interval penggantian oli umumnya dilakukan setiap 10.000 kilometer atau 10 hingga 12 bulan, tergantung kondisi penggunaan kendaraan.

Baca Artikel Asli