Sepeda motor memiliki tiga jenis knalpot, yakni knalpot standar pabrikan, knalpot racing, dan knalpot bobokan. Kedua knalpot terakhir digunakan untuk meningkatkan performa motor.
Pemilik kendaraan motor mungkin sudah awam dengan knalpot pabrikan dan knalpot racing. Pasalnya, kedua jenis knalpot ini bisa dibeli di toko aksesoris.
Namun, tak demikian halnya dengan knapot bobokan. Knalpot ini sebenarnya adalah knalpot standar yang telah dimodifikasi. Biasanya, yang dimodifikasi adalah pada bagian silincer dan diemeter lubang buangan knalpot diperbesar.
Silincer adalah bagian di ujung knalpot yang umumnya ukurannya lebih besar. Pada silincer, terdapat material peredam suara. Pada knalpot standar, gas buang diputar-putar dulu di pipa atau saringan silincer sebelum dibuang.
Setelah dibobok, tarikan motor jadi lebih enteng di rpm bawah dan atas karena daya buangnya lebih besar, lebih lancar. Oleh karenanya, knalpot bobokan banyak disukai oleh anak muda.
Meski demikian, knalpot bobokan membuat bahan bakar jadi lebih boros. Oli juga cepat encer karena otomatis mesin cepat panas. Makanya kalau bobok tidak bisa asal ukurannya.