OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Instruktur Safety Riding Kasih Saran Efektif Bagi Bikers Selama Ramadan

Kipli - Selasa, 03 Maret 2026
OtoTips Tips Motor

KabarOto.com - kerapRamadan harus sanggup menahan haus dan lapar mulai pagi hingga terbenam matari, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama berpuasa memengaruhi kondisi fisik maupun konsentrasi, meskipun begitu jangan dilupakan saat berkendara sepeda motor tidak boleh abai terhadap keselematan.

Berkendara dengan menggunakan sepeda motor bukan perkara mudah saat kondisi berpuasa, dikarenakan kondi fisik yang pasti menurun, lelah, kantuk, dan penurunan fokus. Meski begitu, pengendara diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi diri dan menerapkan kebiasaan berkendara aman di setiap perjalanan.

“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut lebih perhatian ekstra agar,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

Baca Juga: Junjung Keselamatan, Tanamkan Perilaku Ini Ketika Bawa Kendaraan

Menurutnya, rencanakan rute perjalanan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum berkendara. Dengan mengetahui jalur yang akan dilalui, pengendara dapat menghindari titik kemacetan tinggi atau jam sibuk lalu lintas yang berpotensi menimbulkan stres dan kelelahan. Rute yang lebih lancar membantu menjaga emosi tetap stabil dan konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Kurangnya waktu istirahat merupakan salah satu penyebab utama menurunnya konsentrasi saat berkendara. Selama Ramadan, siklus tidur sering kali terpotong karena harus bangun sahur dan menjalankan ibadah malam. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu rasa kantuk berlebih hingga microsleep yang sangat berbahaya.

Sahur memegang peranan penting sebagai sumber energi utama. Melewatkan sahur atau bahkan mengonsumsi makanan yang tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk saat berkendara. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga kebugaran tubuh sehingga konsentrasi tetap optimal.

"Perlengkapan berkendara bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan utama bagi pengendara sepeda motor. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu wajib digunakan. Selain melindungi tubuh jika terjadi hal yang tidak diinginkan, perlengkapan berkendara lengkap juga meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan selama perjalanan," katanya.

Baca Juga: Keiichi Tsuchiya Bawa Modifikasi Baru ke BSD Tangerang Tahun Ini

Menjaga jarak aman antar kendaraan sangat krusial, terutama saat berpuasa ketika konsentrasi dapat menurun akibat rasa lelah atau haus. Dengan jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi yang lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan. Disiplin menjaga jarak aman merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan,” jelas Agus Sani.

Baca Artikel Asli