KabarOto.com - Libur Lebaran, dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk mudik ke kampung halaman. Mobil pribadi, banyak digunakan untuk melakukan perjalanan panjang. Jalan tol dengan kontur beton dilintasi untuk menghidari kemacetan.
Sejumlah ruas jalan tol menggunakan beton sebagai material utama untuk permukaan jalan. Penggunaan beton untuk material jalan didasarkan fakta bahwa tingkat durabilitasnya lebih tinggi dibandingkan aspal yang butuh pelapisan ulang secara berkala.
Baca Juga: Mudik Pakai Kendaraan Bareng Si Kecil, Apa Saja Persiapannya?

"Banyak pengemudi mobil beranggapan jalan beton kurang nyaman untuk dilintasi karena traksi yang diberikan tidak seoptimal bahan aspal. Sehingga, cukup kesulitan merasakan grip ban ke permukaan beton sekaligus lebih sulit dikendalikan," kata Yagimin, Chief Marketing Auto2000.
Tidak kalah penting, muncul anggapan bahwa jalan beton bisa menyebabkan ban mobil lebih cepat aus. Khususnya pada jalan beton yang alur pembuangan air hujannya melintang (cross) alias memotong arah laju kendaraan. Meskipun diyakini tidak signifikan, tapi Sobat tetap harus waspada.
Selain itu, tingkat kebisingannya terdengar lebih tinggi saat berkendara. Jelas sangat mengganggu dalam perjalanan mudik. Ada pula anggapan jalan beton lebih panas ketimbang aspal. Tapi faktanya, menurutnya, baik jalan aspal maupun jalan beton sama-sama menyimpan panas di tengah cuaca siang hari yang terik.
"Material beton yang berwarna lebih terang dari aspal membuat marka jalan sulit terlihat karena kurang kontras. Alhasil, banyak potensi masalah andai Anda tidak hati-hati," imbuhnya.
"Solusinya, Anda harus lebih fokus dalam melihat marka jalan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Gunakan jarak minimal 3 detik dengan kendaraan yang ada di depan untuk mengantisipasi potensi masalah," sambung Yagimin.
Menjaga jarak bertujuan agar Anda bisa bertindak dan berhenti tepat waktu pada jarak yang tepat bila di depan ada kejadian bahaya. Apalagi di momen libur Lebaran, jalan akan padat lantaran banyak pengguna mobil yang pergi keluar kota untuk mudik atau wisata.
Baca Juga: Bus dan Truk Wajib Persiapkan Beberapa Hal Ini Jelang Lebaran

"Jangan lupa, sekarang sudah masuki musim hujan. Begitu hujan turun, segera kurangi kecepatan untuk menjaga fokus berkendara dan ban mobil tidak kehilangan daya cengkeram ke jalan. Meskipun bukan aspal, tetap ada potensi aquaplaning kalau mobil melewati genangan air," sambungnya.
Kunci dari mengemudi aman di jalan berbahan beton adalah penggunaan ban yang layak. Seperti telapak ban yang harus tebal sesuai aturan, tidak ada masalah seperti benjol di telapak atau dinding ban, apalagi kalau sampai terlihat kawat ban. Pastikan tekanan udara ban dalam perjalanan mudik sesuai rekomendasi.
"Jangan lupa istirahat di rest area setelah mengemudi selama 2 jam. Selain memberikan ruang bagi pengemudi untuk istirahat, mobil juga bisa cooling down. Termasuk ban mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan beton yang panas," wantinya.