OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Jetour Punya T2 yang Tangguh, Tapi T1 PHEV akan Menarik Jika Tersedia di Indonesia

Pradia Eggi - Selasa, 12 Mei 2026
OtoNews OtoBrand Mobil News Jetour

KabarOto.com - Dalam beberapa waktu terakhir, nama Jetour mulai ramai diperbincangkan di pasar otomotif Indonesia. Brand asal Tiongkok yang berada di bawah naungan Chery Group ini dikenal agresif menghadirkan SUV dengan desain modern, fitur melimpah, dan harga kompetitif.

Namun, bukan hanya SUV keluarga seperti X70 atau X90 yang menarik untuk dibahas. Jetour juga mulai masuk ke segmen SUV bergaya petualang melalui lini T-Series, termasuk Jetour T2 dan Jetour T1. Menariknya, meski T2 tampil lebih tangguh, justru T1 berpotensi menjadi pilihan yang lebih ideal untuk pasar Indonesia.

Jetour T1 Lebih Relevan untuk Kebutuhan Harian

Berbeda dengan T2, Jetour T1 yang juga bernama ShanHai hadir dengan pendekatan yang lebih rasional. SUV ini tetap mengusung desain gagah khas mobil petualang, tetapi dengan ukuran dan karakter yang lebih ramah untuk penggunaan harian.

Ada beberapa alasan mengapa T1 bisa lebih cocok untuk pasar Indonesia, pertama dimensinya lebih kompak dengan panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.845 mm dan jarak sumbu rodanya 2.810 mm

T1 kemungkinan memiliki ukuran yang lebih bersahabat untuk jalanan perkotaan. Ini penting, mengingat kondisi lalu lintas di kota-kota besar Indonesia yang padat dan dinamis.

Jetour T1 memiliki dimensi lebih kompak dibanding Jetour T2.

Desain T1 tetap membawa aura SUV tangguh, tetapi tidak "sekeras" T2. Hal ini membuatnya lebih fleksibel digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik ke kantor maupun perjalanan luar kota.

Dengan positioning di bawah T2, T1 berpotensi hadir dengan harga yang lebih kompetitif. Ini menjadi faktor krusial, karena mayoritas konsumen Indonesia sangat mempertimbangkan value for money.

Baca Juga: Jetour T8 Datang dengan Mesin Hybrid, Jetour T2 Kalah Canggih

Jetour T1 ICE dan PHEV

Jetour T1 hadir dengan beberapa pilihan mesin tergantung varian dan pasar. Secara umum, SUV ini menawarkan tiga konfigurasi utama mesin turbo 1.500 cc, mesin turbo 2.000 cc, dan mesin turbo 1.500 cc plug-in hybrid (PHEV).

Pada varian entry level dibekali mesin turbo 1.500 cc 4 silinder yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi dalam penggunaan harian. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 184 dk dengan torsi 290 Nm.

Jetour T1 dengan mesin turbo 2.000 cc menjadi varian paling menarik karena menawarkan performa yang jauh lebih bertenaga di kelasnya. Mesin berteknologi TGDI ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 252 dk dengan torsi puncak mencapai 390 Nm.

Jetour T1 juga sudah mengaspal di Qatar.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan yang halus dan efisien, serta tersedia dalam pilihan penggerak roda depan (FWD) maupun penggerak semua roda (AWD) dengan sistem XWD untuk meningkatkan traksi di berbagai kondisi jalan.

Dari sisi performa, varian ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kpj dalam waktu sekitar 8,6 hingga 8,8 detik, dengan kecepatan maksimum mencapai 180 kpj.

Baca Juga: Jetour Traveller Plus Meluncur Ada Versi Hybrid, Pemilik Jetour T2 Wajib Pantau

Kombinasi tenaga besar, torsi melimpah, serta dukungan berbagai mode berkendara seperti snow, mud, dan sand menjadikan varian ini tidak hanya bertenaga, tetapi juga adaptif untuk berbagai medan, baik di jalan aspal maupun kondisi semi off-road.

Jetour T1 versi hybrid (PHEV/i-DM) menjadi varian paling canggih dengan menggabungkan mesin turbo 1.500 cc dan motor listrik berdaya hingga 150 kW, serta didukung baterai berkapasitas sekitar 26-27 kWh.

Jetour T1 dengan mesin turbo 1.500 cc bisa jadi pilihan menarik.

Kombinasi ini menghasilkan tenaga total hingga 280 kW atau setara sekitar 375 dk dengan torsi mencapai 610 Nm, menjadikannya tidak hanya efisien tetapi juga sangat bertenaga.

Sistem ini menggunakan transmisi khusus hybrid atau Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang dirancang untuk mengoptimalkan perpindahan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik.

Selain itu, Jetour T1 PHEV juga mampu berjalan dalam mode full listrik (EV) dengan jarak tempuh sekitar 100 hingga 150 km, memberikan efisiensi tinggi untuk penggunaan harian tanpa konsumsi bahan bakar.

Dengan karakter tersebut, varian ini sangat cocok bagi pengguna di Indonesia yang menginginkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi maksimal, baik untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Harga Tiga Varian Jetour T1

Mesin Kisaran Harga Posisi
1.500 cc Turbo Rp 280 - 350 juta Entry level
2.000 cc Turbo Rp 350 - 450 juta Mid / performa
1.500 cc Turbo Hybrid (PHEV) Rp 500 - 650 juta Flagship

Harga tersebut berdasarkan banderol jual di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya yang sudah memasarkan Jetour T1.

Dengan kombinasi tersebut, Jetour T1 bukan hanya menarik, tetapi juga berpotensi menjadi produk strategis jika benar-benar dibawa ke Indonesia.

Jika dipasarkan dengan tepat, bukan tidak mungkin T1 bisa menjadi salah satu SUV yang mampu bersaing kuat di segmennya dan menarik perhatian konsumen yang menginginkan mobil serbaguna dengan tampilan berbeda.

Baca Artikel Asli