OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

MC Group Bawa Shacman X5000 Hybrid, Tawarkan Efisiensi untuk Truk Tambang

Nagata - Jumat, 11 September 2026
OtoKomersial

KabarOto - Menjawab tantangan truk yang menggabungkan mesin diesel dengan teknologi elektrifikasi untuk kerja berat, Mobilindo Cemerlang Group atau MC Group sebagai distributor truk Shacman di Indonesia menghadirkan produk baru X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 460 HP.

Shacman X5000 Hybrid dengan bodi bongsor ini mengkombinasikan mesin diesel dengan sistem penggerak elektrik. Unit ini menggunakan mesin Cummins M10460, power battery berkapasitas 96 kWh, serta memiliki kapasitas bak hingga 53,75 m³.

Direktur MC Group, Dirmanto, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan energi baru perlu dilihat dalam konteks kebutuhan efisiensi dan kesiapan industri. Persaingan global menuntut perusahaan untuk semakin efisien, termasuk dalam mengelola biaya operasional armada.

Baca juga: Mercy Bagong, Ikon Legendaris Muncul di Mining Indonesia 2026

Shacman X5000 Hybrid Dump Truck. Foto: KabarOto

"Di saat yang sama, industri juga dihadapkan pada tuntutan untuk mengurangi emisi dan mendukung transisi energi. Teknologi Hybrid dan EV menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," kata Dirmanto, di ajang Mining Indonesia 2026.

Menurut Dirmanto, keberhasilan penerapan kendaraan energi baru tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem pendukung seperti produk, technical support, service, spare parts, hingga pengembangan jaringan layanan.

"Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga ekosistem layanan yang mampu mendukung kebutuhan industri Indonesia. Semuanya menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu pelanggan mengimplementasikan teknologi tersebut secara optimal." ujarnya.

Baca juga: Truk Volvo FMX Edge Resmi Mengaspal di Mining Expo 2026, Intip Spesifikasinya

Seperti diketahui bahwa sistem hybrid pada X5000 tetap mengggunakan mesin diesel yang menjadi bagian dari sistem penggerak, sementara sistem elektrik memberikan dukungan pada kondisi operasi tertentu. Teknologi regenerative braking memungkinkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan untuk dikembalikan ke sistem baterai.

"Bagi fleet owner, teknologi hybrid dapat menjadi salah satu alternatif untuk operasi yang membutuhkan fleksibilitas, khususnya pada kondisi ketika infrastruktur charging belum tersedia secara luas," ungkapnya.

Baca Artikel Asli