KabarOto.com - Mercedes-Benz menghadapi tantangan besar dalam menjalankan strategi kendaraan listrik (EV) di Tiongkok. Penjualan model listrik terbarunya belum memenuhi ekspektasi, sementara persaingan dari produsen lokal semakin ketat dan selera konsumen terus berubah.
Sorotan utama tertuju pada Mercedes-Benz CLA listrik terbaru yang dibangun di atas platform Mercedes Modular Architecture (MMA). Model tersebut diharapkan menjadi tulang punggung baru lini kendaraan listrik Mercedes di Tiongkok, namun performa penjualannya masih jauh dari target.
Konsumen Tiongkok Berubah
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran menjelang peluncuran GLC listrik yang dijadwalkan menjadi model penting berikutnya. Di pasar Tiongkok, konsumen kini tidak hanya mencari mobil listrik premium, tetapi juga menginginkan teknologi canggih.
Baca Juga : Harga Mobil Toyota Dipastikan Naik Mulai Juli 2026
Seperti hadirnya sistem bantuan mengemudi pintar, kokpit digital yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), serta pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA). Pada aspek tersebut, produsen lokal seperti BYD, Xiaomi, Aito, hingga Nio dinilai lebih mampu menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga yang kompetitif.

Mercedes-Benz juga menghadapi tantangan dari perubahan tren pasar. Permintaan terhadap mobil listrik murni di segmen premium tidak tumbuh secepat yang diperkirakan, sementara kendaraan plug-in hybrid (PHEV) justru semakin diminati konsumen setempat. Pergeseran ini membuat strategi yang terlalu berfokus pada mobil listrik murni menjadi kurang efektif.
Baca Juga : Xpeng G6 AWD: SUV Listrik Rasa Supercar hanya Rp769 Juta!
Langkah Cepat Mercedes-Benz
Sebagai respons, Mercedes-Benz dikabarkan akan mempercepat pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar melalui peningkatan lokalisasi teknologi, dan kerja sama dengan mitra domestik.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing di pasar otomotif terbesar dunia yang kini didominasi merek-merek lokal.
Persaingan di negara tersebut memang semakin berat bagi pabrikan premium asal Eropa. Selain harus menghadapi perang harga, mereka juga dituntut menghadirkan inovasi teknologi dengan kecepatan yang mampu menandingi produsen lokal.