OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Mitos Kopi Saat Berkendara Bikin Melek, Ini Kata Para Instruktur

Kipli - Rabu, 07 Oktober 2026
OtoTips Tips Mobil Tips Motor

KabarOto.com - Ketika rasa kantuk mulai muncul di tengah perjalanan, secangkir kopi bukan ‘lawan’ sepadan, ini merupakan sinyal tubuh butuh beristirahat. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam edukasi keselamatan berkendara.

Pemahaman mengenai batas kemampuan tubuh, bahaya berkendara dalam kondisi mengantuk, serta pentingnya paham mengenai manajemen risiko menjadi perhatian bagi Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejat, Agus Sani.

Baca Juga: Tips Cara Mencuci Mobil Versi Bengkel Resmi, Begini Langkahnya

Sinyal Tubuh Istirahat Bukan Kopi Jawabannya

Berkendara aman dimulai dari kemampuan kita mengenali kondisi diri sendiri. Ketika tubuh sudah memberikan tanda lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Berhenti dan beristirahat merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko di jalan,

ujarnya.

Ia melanjutkan, memahami efek kopi terhadap tubuh tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan seseorang masih aman berkendara atau tidak. Rasa kantuk merupakan sinyal tubuh yang perlu diperhatikan, sehingga pengendara perlu beristirahat ketika kondisi fisik sudah tidak memungkinkan untuk berkendara.

Ngopi boleh tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh. Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara. Kenali kondisi tubuh dan pilih keputusan yang paling aman,

tambah Agus Sani.

Baca juga:

Cara Pakai Electric Shifter untuk Parkir Paralel, Begini Caranya

Kopi Bisa Bantu Power Nap

Di sisi lain, Jusri Pulubuhu, Founder & Lead Instructor JDDC menambahkan, Memaksakan mengemudikan kendaraan dengan kondisi tubuh lelah dan mengantuk dapat memicu serangan microsleep. "Meskipun hanya tertidur 2 detik sekalipun, sudah cukup untuk membuat kendaraan pindah lajur yang sangat berbahaya," tegasnya.

Pada kecepatan 40 kpj, jika pengendara mengalami microsleep selama dua detik, mereka sudah menempuh jarak sekitar 22,2 meter tanpa menyadarinya. Dalam jarak sejauh itu, banyak potensi bahaya yang bisa muncul, seperti kendaraan lain, lubang, atau benda tak terduga di jalan,

bebernya.

Jusri menambahkan, ada trik kombinasi kopi agar hasil power nap lebih optimal, "Disarankan untuk minum kopi terlebih dahulu sebelum tidur. Karena kafein membutuhkan waktu reaksi sekitar 20 menit untuk diserap tubuh, Anda akan terbangun tepat saat efek kopi mulai bekerja, membuat badan terasa jauh lebih segar dan terhindar dari rasa pening," tutupnya.

Baca Artikel Asli