Oracle Red Bull Racing Awali Era Baru F1 2026, Pamer Mesin Ford dan Livery "Glossy"

Kusnadi Chahyono Sabtu, 17 Januari 2026

KabarOto.com - Bertempat di Michigan Central Station yang ikonik, Oracle Red Bull Racing membuka selubung mereka pada Kamis kemarin (15/1). Dalam acara peluncuran yang spektakuler, tim langganan juara ini memperkenalkan livery terbaru sekaligus menandai dimulainya kolaborasi teknis ambisius bersama raksasa otomotif Amerika, Ford.

Musim 2026 menjadi titik balik krusial bagi Red Bull. Untuk pertama kalinya, tim asal Milton Keynes ini akan membangun sasis sekaligus unit daya (power unit) sendiri di bawah bendera Red Bull Ford Powertrains, mengakhiri ketergantungan penuh pada pabrikan mesin eksternal.

CEO Proyek Korporat Red Bull GmbH, Oliver Mintzlaff, menegaskan bahwa langkah membangun mesin sendiri adalah risiko yang sudah diperhitungkan, serupa dengan keberanian mereka saat pertama kali terjun ke F1 pada 2005.

Baca Juga: Aturan Penurunan Bobot Mobil Formula 1 2026 Bikin Tim Terbebani

"Ini adalah babak baru bagi kami. Membangun mesin sendiri dan menghidupkannya di lintasan adalah langkah luar biasa bagi brand kami," ujar Mintzlaff. "Kami mengambil risiko serupa saat masuk ke F1 tahun 2005, dan pola pikir itu tidak berubah."

Senada dengan hal tersebut, Direktur Teknis Red Bull Powertrains, Ben Hodgkinson, menyebut proyek ini sebagai upaya untuk menjadi tuan atas nasib mereka sendiri.

"Sejak awal, kami ingin sasis dan unit daya Red Bull dikembangkan bersama dalam harmoni yang sempurna," ungkap Ben.

Oracle Red Bull Racing memperkenalkan livery 2026 dengan cara yang dramatis melalui segmen film yang menampilkan juara dunia Red Bull Air Race, Martin Šonka. Pesawat Šonka menggunakan pengait ekor (tail hook) untuk menyingkap selubung mobil di atas panggung.

Livery baru ini mempertahankan identitas klasik namun dengan sentuhan glossy (mengkilap) yang lebih kuat dan garis-garis tegas pada logo Red Bull. Team Principal Laurent Mekies menjelaskan bahwa desain ini merupakan penghormatan kepada pendiri Red Bull, mendiang Dietrich Mateschitz.

"Livery ini dirancang untuk merayakan semangat yang membawa kami masuk ke dunia balapan ini. Pada tahun pertama mobil Oracle Red Bull Racing membawa mesin Red Bull Ford Powertrains, terasa sangat tepat untuk merefleksikan sejarah kami dalam desain visualnya," kata Mekies.

Juara dunia empat kali, Max Verstappen, menyambut positif perubahan estetika dan teknis pada mobil barunya.

"Warna-warnanya sedikit berubah dan jauh lebih baik. Saya suka efek kilapnya, dan biru adalah warna favorit saya," ujar Verstappen.

Terkait tantangan teknis, pembalap berusia 28 tahun ini menambahkan, "Masih banyak hal yang belum diketahui mengenai mesin dan dimensi mobil yang berubah. Bagi kami para pembalap, akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri pada hari-hari pengujian nanti."

Baca Juga: Debut Bersejarah, Cadillac Formula 1 Team Ungkap Livery Spesial Sesi Tes Perdana

Di sisi lain garasi, Isack Hadjar resmi diperkenalkan sebagai rekan setim baru Verstappen. Bagi pembalap muda ini, bergabung dengan tim utama adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

"Rasanya tidak nyata. Saya ingat menonton Vettel memenangkan semua gelar itu saat saya masih kecil, dan sekarang saya berada di tim besar ini," kata Hadjar penuh semangat. "Saya sangat menyukai bagian sayap depan dan efek glossy-nya; saat balapan malam, mobil ini akan sangat menonjol."

Dengan peluncuran ini, fokus tim kini beralih sepenuhnya ke pengujian pra-musim untuk mengoptimalkan integrasi unit daya Ford dengan sasis baru sebelum seri pembuka musim 2026 dimulai.

Bagikan

Baca Original Artikel