KabarOto.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, Honda Motor Co menyerahkan rincian rekayasa platform penuh (end-to-end) kepada pihak eksternal asal India, Tata Technologies Ltd.
Meski dikenal sangat protektif terhadap pengembangan platform kendaraan secara internal (in-house), perusahaan asal Jepang ini mengambil langkah baru demi menekan biaya riset serta mempercepat waktu pengembangan lini kendaraan baru.
Baca Juga: Honda ZR-V e:HEV dengan Honda CR-V e:HEV, Ternyata Ini Perbedaannya
Keputusan Honda menggandeng spesialis rekayasa teknologi asal India merupakan kelanjutan dari restrukturisasi bisnis. Pabrikan mencatatkan kerugian bersih hingga 423,9 miliar yen (sekitar Rp 45,3 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 akibat reevaluasi bisnis kendaraan listrik (EV).
Target Honda
Untuk bangkit, Honda menetapkan target efisiensi bernama Triple Half, yaitu:
- Memangkas biaya pengembangan hingga 50 persen dibandingkan level 2025.
- Memotong waktu riset hingga separuhnya.
- Mengurangi beban kerja internal hingga setengahnya.

Bukan sekadar rebadge, kerjasama bersama Tata Technologies, mencakup rancangan dan rekayasa platform dari nol sesuai standar Honda. Hal ini membuktikan bila mobil yang dihadirkan bukan sekadar menempelkan emblem Honda pada unit Tata.
Baca Juga: Ludes Sehari! Honda Super-ONE Catat 132 Pemesanan di Indonesia
Platform Multi-Powertrain Fleksibel
Platform baru hasil racikan Tata Technologies juga dirancang serbaguna untuk menampung tiga jenis sistem penggerak, yakni Internal Combustion Engine (ICE / Mesin Bensin), Hybrid (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV / Listrik Murni).
Selain itu, Honda juga menyatakan bila pihaknya senantiasa mempertimbangkan kemitraan dengan pihak luar untuk meningkatkan daya saing global, meski belum bersedia membeberkan detail model spesifik maupun jadwal peluncuran resminya.