Revolusi Pabrik Pintar, Audi Perluas Penggunaan AI dan Teknologi Cloud

Kusnadi Chahyono Rabu, 28 Januari 2026

KabarOto.com - Audi secara konsisten mempercepat transformasi digital dalam ekosistem produksi dan logistiknya. Melalui roadmap digitalisasi terbarunya, pabrikan otomotif premium ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi cloud sebagai mitra kerja karyawan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan IT, serta kualitas kendaraan dalam skala produksi massal.

Gerd Walker, Anggota Dewan Manajemen Produksi dan Logistik Audi, menyatakan bahwa AI merupakan lompatan kuantum bagi efisiensi perusahaan.

"Kami mengubah pabrik kami menjadi smart factory di mana AI bertindak sebagai mitra yang memberikan dukungan personal bagi karyawan. Robot yang dikendalikan AI kini mengambil alih tugas-tugas yang berat secara ergonomis, sementara chatbot memberikan bantuan administratif," jelas Walker.

Baca Juga: Kesempatan Terakhir Yamaha Pertahankan Fabio Quartararo di MotoGP 2026

Fondasi dari revolusi ini adalah Edge Cloud 4 Production (EC4P). Teknologi ini memungkinkan Audi menggabungkan otomasi konvensional dengan fleksibilitas daya komputasi dari awan (cloud).

Di pabrik Neckarsulm, Jerman, EC4P telah digunakan untuk memproduksi seri A5 dan A6, di mana pengontrol logika terprogram virtual (vPLC) menggantikan perangkat keras lokal.

Hasilnya, sekitar 100 robot dapat berkoordinasi dengan presisi milidetik melalui sistem pusat, yang secara drastis mengurangi biaya perawatan dan kebutuhan perangkat keras fisik.

Audi memperkenalkan solusi AI mandiri bernama ProcessGuardAIn

Selain infrastruktur, Audi memperkenalkan solusi AI mandiri bernama ProcessGuardAIn untuk memantau proses manufaktur secara real-time. Berbasis data dari platform "P-Data Engine", sistem ini mampu mendeteksi anomali pada tahap pengecatan dan pelapisan katodik sejak dini.

Rencananya, sistem ini akan masuk ke tahap produksi seri pada kuartal kedua 2026. Kehadiran AI ini mempermudah kerja manual dan menekan biaya perbaikan akibat kesalahan proses yang terlambat terdeteksi.

Inovasi menarik lainnya muncul dari proyek Next2OEM, di mana Audi berhasil mendigitalisasi dan mengotomatisasi pemasangan rangkaian kabel alias wiring loom, sebuah proses yang selama ini sangat sulit diotomatisasi (kurang dari 10% di industri).

Baca Juga: Toyota bZ7 Dibanderol Rp480 Jutaan, Intip Spesifikasinya

Di markas besar Ingolstadt, Audi telah menciptakan demonstran yang memetakan seluruh rantai proses secara digital, mulai dari pemasok hingga pemasangan otomatis di kendaraan, yang mampu memangkas waktu perubahan logistik dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa menit.

Dalam menjalankan ambisi data-sentris ini, Audi tetap berkomitmen terhadap penggunaan AI yang bertanggung jawab. Melalui Kode Etik dan kebijakan khusus, Audi menekankan prinsip rasa hormat, keamanan, dan transparansi bagi karyawan dan pengguna.

Adanya dukungan mitra strategis seperti Innovation Park Artificial Intelligence (IPAI), Audi optimis dapat menetapkan standar baru bagi produksi otomotif masa depan yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga beretika dan berkelanjutan.

Bagikan

Baca Original Artikel