KabarOto.com - Kabar baru datang dari Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yakni Yahya Zaini yang menyatakan dukungannya terhadap rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik kepada para guru honorer di berbagai daerah. Sepeda motor Listrik tersebut sebelumnya dibeli untuk kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Aktivitas Diler Motor Listrik Emmo, Ini Kata Masyarakat Sekitar
Solusi Supaya Tak Mubazir
Dirinya mengatakan, langkah hibah tersebut merupakan solusi yang paling tepat agar aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara tidak mubazir dan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut," kata Yahya (20/06).
Baca Juga: Sobat Bisa Cicil Motor Listrik MBG Emmo, Begini Hitungannya
Tidak Setuju Rencana Sejak Awal
Meski mendukung rencana pengalihan aset tersebut, Yahya menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak sependapat dengan pengadaan motor listrik untuk kebutuhan operasional SPPG.
Ia menilai kendaraan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan riil para pengelola dapur dalam menjalankan tugasnya di lapangan karena mereka tidak memerlukan mobilitas tinggi dalam bekerja.
Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi IX DPR tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait proyek pengadaan motor listrik tersebut. Kondisi itu membuat fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tidak dapat berjalan secara optimal.
Selain masalah urgensi, Yahya menyoroti proses pengadaan yang dinilainya tidak profesional lantaran perusahaan penyedia kendaraan tidak memiliki jaringan diler maupun fasilitas layanan purna jual yang memadai. Terlebih lagi, ia juga menyesalkan adanya indikasi penggelembungan harga atau mark-up dalam pengadaan tersebut.
