OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Sambut Era Baru, Lando Norris Soroti Tantangan Radikal Regulasi F1 2026

Dian Tami Kosasih - Jumat, 06 Februari 2026
OtoSport Formula One

KabarOto.com - Juara Dunia F1 2025, Lando Norris, memberikan peringatan keras terkait perubahan regulasi yang akan diterapkan Formula 1 pada musim 2026. Pembalap tim McLaren ini memprediksi bahwa kombinasi mesin baru dan aerodinamika aktif akan menciptakan 'kekacauan' bagi pembalap dan tim di awal musim.

Perubahan regulasi 2026 merupakan salah satu yang paling radikal dalam sejarah F1, mencakup desain mobil lebih ringan, lebih pendek, serta penggunaan unit daya (PU) dengan pembagian tenaga setara antara mesin bensin dan motor listrik.

Baca Juga: Mimpi F1 Afrika Selatan 2027 Kandas, Fokus Beralih ke 2028-2029

Salah satu poin yang disoroti Norris adalah hilangnya sistem DRS tradisional yang digantikan oleh Active Aerodynamics dan sistem Manual Override Mode (boost tenaga tambahan). Menurutnya, hal ini akan memaksa pembalap bekerja jauh lebih keras di dalam kokpit.

"Ini akan menjadi tantangan yang sangat berbeda. Kita harus sangat presisi dalam mengelola energi baterai. Jika salah perhitungan sedikit saja, Anda bisa kehilangan banyak kecepatan di lintasan lurus," ujar Norris dilansir Autoevolution.

Kekhawatiran terbesar muncul terkait performa mobil di sirkuit legendaris yang memiliki karakter kecepatan tinggi seperti Monza atau Spa-Francorchamps. Dengan ketergantungan besar pada tenaga listrik, muncul kekhawatiran bahwa pembalap harus melakukan lift-off (melepas gas) di tengah lintasan lurus atau tikungan cepat untuk mengisi ulang baterai.

Kondisi ini dianggap berbahaya karena perbedaan kecepatan yang signifikan antar mobil dapat memicu kecelakaan serius. Norris memprediksi tingkat kegagalan finis (DNF) akan sangat tinggi pada balapan-balapan awal musim 2026.

Baca Juga: Lebih Detail Williams FW48 Sesuai Regulasi F1 2026

Meski baru saja merayakan gelar juara dunia pertamanya setelah persaingan dramatis melawan Max Verstappen di musim 2025, Norris menegaskan tidak akan mengendurkan ambisinya.

"Menjadi juara dunia memberikan kepercayaan diri, tetapi regulasi 2026 memulai segalanya dari nol. Siapa pun yang paling cepat beradaptasi dengan kekacauan ini, dialah yang akan berada di depan," tambahnya.

Transisi menuju 2026 ini diharapkan dapat merapatkan jarak antar tim, meskipun risiko teknis dan operasional menjadi pertaruhan besar bagi keberlangsungan balapan yang kompetitif.

Baca Artikel Asli