OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Serba Serbi Baterai Motor Listrik di Toyota Veloz Hybrid EV

Kipli - Jumat, 10 April 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Kehadiran Toyota New Veloz Hybrid EV membuat kendaraan elektrifikasi (xEV) khususnya mobil hybrid semakin diminati masyarakat. Dengan harga lebih bersahabat, makin banyak kalangan dapat menikmati benefit Hybrid EV khususnya urusan irit bensin dan rendah emisi.

Toyota New Veloz Hybrid EV menggunakan baterai lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW untuk menghasilkan tenaga 78,9 dk pada motor listrik. Baterai tegangan tinggi ini meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 40% dibandingkan model bensin yang dibuktikan dengan konsumsi bensin seirit 28,9 kpl.

Toyota menempatkan baterai hybrid pada MPV Keluarga ini di bawah jok penumpang depan. Sehingga tidak mengurangi area kabin dan bagasi dan menjaga titik keseimbangan bobot kendaraan. Lokasinya mirip dengan baterai milik New Kijang Innova Zenix Hybrid EV.

Baca Juga: Test Drive Toyota Veloz 1.5 Q Hybrid CVT TSS Modellista, Irit BBM

Salah satu keunggulan Hybrid EV adalah kemampuan isi ulang baterai secara otomatis sehingga tidak dibutuhkan fasilitas charging spot. Hal ini jelas mempermudah mobilitas pelanggan sampai daerah terpencil sekalipun karena tidak perlu khawatir daya baterai habis.

Hybrid EV Toyota tetap memakai aki kecil atau auxiliary battery. Tugasnya adalah menyuplai daya listrik ke sistem kelistrikan tegangan rendah 12 Volt, seperti lampu, sistem audio, klakson, dan komponen elektronik lainnya, termasuk Electronic Control Unit (ECU). Dan suplai daya listrik berasal dari motor generator.

Aki kecil tetap membutuhkan perawatan rutin supaya tidak soak yang membuat mesin bensin tidak dapat dinyalakan.

Terdapat kisi-kisi di sisi penutup baterai Toyota New Veloz Hybrid EV untuk menyalurkan udara sebagai pendinginnya. Berkaca dari Toyota New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, banyak penggunanya yang menutup kisi udara tersebut sehingga sistem pendingin terganggu. Jangan pernah menutup kisi udara supaya baterai tidak overheat dan tahan lama.

Baca Juga: Ada Perbedaan, Begini Cara Merawat Performa Mobil Pikap

Ia bilang, aki kecil mendapat warranty selama 1 tahun atau 20.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu. Sedangkan untuk baterai hybrid memiliki masa warranty selama 8 tahun atau 160.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu.

Jangan khawatir jika melihat indikator pengisian High Vlotage Battery Hybrid tidak sampai 100%. Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100%. Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health) dan ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking (pengereman), deselerasi (lepas pedal gas), dan berkendara di jalan menurun.

Saat motor listrik mati atau rusak, kendaraan hybrid sama sekali tidak bisa dijalankan karena untuk menghidupkan mesin menggunakan daya dari motor listrik.

Baca Artikel Asli