OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Showa Evo PD Rilis di Automechanika 2026, Intip Spesifikasinya

Kipli - Jumat, 25 September 2026
OtoTren Aksesori Pernik

KabarOto.com - Produsen sokbreker terkemuka merilis inovasi suspensi terbaru bertajuk Showa Evo yang dirancang khusus untuk meningkatkan kenyamanan serta stabilitas berkendara sepeda motor.

Sokbreker aftermarket ini hadir membawa teknologi peredaman adaptif yang secara otomatis menyesuaikan kinerjanya berdasarkan beban muatan dan kondisi jalan tanpa memerlukan pengaturan manual secara konvensional.

Baca Juga: Per Sokbreker Ternyata Ada Masa Pakainya, Simak Penjelasannya

Penjelasan Teknis

Perbedaan mendasar antara suspensi standar pabrikan (OEM) dengan Showa EVO terletak pada mekanisme peredaman (damping/rebound) serta desain pegasnya. Pada suspensi OEM, redaman rebound cenderung bernilai konstan di setiap jarak main (stroke),

ujar Yohanes Martono selaku Product Engineer Astemo Bekasi Manufacturing.

Sementara itu, Showa EVO dibekali sistem pengaturan aliran oli internal pintar yang membuat tingkat redaman berubah dinamis. Saat digunakan berkendara sendiri (short stroke), hambatan aliran oli dibuat lebih longgar sehingga menghasilkan karakter redaman empuk yang nyaman dan tidak kaku.

Tidak hanya itu, peningkatannya juga terletak pada penggunaan per (spring) yang memiliki tiga tingkat kekerasan (3 step rate), membedakannya dari suspensi standar yang umumnya hanya memiliki dua tingkat kekerasan. Kombinasi ini memberikan rasa berkendara yang sporid, nyaman, sekaligus tetap stabil.

Ketika sepeda motor membawa beban berat atau berboncengan (long stroke), aliran oli internal akan secara otomatis dibatasi, meningkatkan nilai rebound dan kekerasan suspensi secara instan demi menjaga kestabilan kendali.

Baca Juga: Mengenal Istilah Damping Compression dan Rebound Pada Sokbreker

Uji Coba di Jepang

Dari segi daya tahan beban, peredam kejut Showa EVO dirancang kokoh untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan berkendara. Pada penggunaan tunggal (short stroke), suspensi ini optimal menopang beban harian berkisar 60 hingga 80 kg.

Sedangkan pada posisi long stroke, suspensi dapat menampung beban 80 hingga 200 kg, bahkan telah melalui pengujian keamanan (safety test) hingga batas maksimal mencapai 300 kg tanpa risiko jebol.

Hadirnya teknologi ini menjadi solusi praktis bagi para pengendara yang kerap menghadapi kondisi jalan dan beban muatan yang tidak menentu. Pengendara tidak perlu lagi merepotkan diri dengan menyetel kekerasan suspensi secara manual (clicker adjustment).

Dengan Showa EVO, peredam kejut secara otomatis menyesuaikan tingkat respons dan kekerasannya secara presisi begitu sepeda motor menerima beban tambahan.

Baca Artikel Asli