Per Sokbreker Ternyata Ada Masa Pakainya, Simak Penjelasannya

Rabu, 26 Agustus 2026
Per Sokbreker Ternyata Ada Masa Pakainya, Simak Penjelasannya

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Ketika mobil melintasi jalan berlubang atau bergelombang, per bertugas menyerap guncangan awal dan menahan bobot kendaraan, sementara sokbreker meredam ayunan membalik dari per tersebut.

Meski terlihat kokoh karena terbuat dari baja berkualitas tinggi, per mobil bukanlah komponen yang bebas dari kelelahan material. Seiring berjalannya waktu dan tingginya intensitas pemakaian, elastisitas per dapat menurun hingga mengalami kerusakan permanen.

Baca Juga: Abai Perhatikan Sokbreker Picu Tragedi, Jangan Sampai Terjadi Ya

Daftar Isi
Masa Pakai

Masa pakai per mobil umumnya terbilang panjang, bahkan dapat bertahan antara 5 hingga 10 tahun atau sekitar 100.000 hingga 150.000 kilometer dalam kondisi pemakaian normal. Namun, usia pakai ini sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara, muatan harian, dan kondisi jalan yang sering dilalui,

kata Herry Liu dari Bandar Per.

Mobil yang sering mengangkut beban melebihi kapasitas ideal atau kerap menerjang jalan rusak dengan kecepatan tinggi akan mengalami tekanan mekanis berlebih. Hal ini mempercepat proses kelelahan logam pada per sehingga masa pakainya berkurang secara signifikan.

Kerusakan pada per mobil biasanya ditandai dengan beberapa gejala fisik yang cukup jelas. Salah satu indikator utama adalah penurunannya ketinggian bodi mobil (ground clearance) secara permanen, baik di salah satu sisi maupun pada keseluruhan bagian.

Selain itu, per yang melemah akan membuat hambatan suspensi terasa terlalu lembut atau mendasari timbulnya bunyi gemerutuk akibat gesekan antar-ulir per yang mulai renggang ketahanannya. Dalam kasus yang lebih parah, benturan keras saat melewati lobang dapat menyebabkan ulir per mengalami retak rambut hingga patah.

Untuk menjaga kestabilan dan kenyamanan berkendara, pemeriksaan berkala pada sistem suspensi sangat disarankan setiap kali melakukan servis rutin. Jika per terbukti sudah lemah atau patah, penggantian sebaiknya dilakukan secara berpasangan pada poros yang sama (depan kanan-kiri atau belakang kanan-kiri).

Langkah ini penting untuk memastikan tingkat ketinggian dan daya redam bodi kendaraan tetap seimbang, sehingga mengembalikan performa kendali mobil secara optimal serta mencegah keausan ban yang tidak merata.

Baca Juga: Nih, Dongkrak Tampilan Kaki-kaki Toyota Veloz Hybrid Sobat

Ragam Pilihan

Untuk varian per, Herry merekomendasikan beberapa merek lokal yang menurutnya memiliki kualitas baik serta telah teruji.

Biasanya yang doyan ceper, familiar dengan 3 cara ini, yaitu potong per, custom dengan cara ‘kanibal’ per mobil lain dan aplikasi lowering kit. Saya pribadi lebih menyarankan cara nomor 2 dan 3 untuk kenyamanan dan keamanan berkendara, namun tetap bisa gaya,

ujar pria yang doyan olahraga itu.

Pilihan per lokal berkualitas yang dimaksud adalah merek APM, SHRC, serta SBM yang memiliki harga di kisaran Rp 2 jutaan untuk mobil seperti Toyota Kijang Innova. Nah, kalau masih ragu dengan merek lokal, pria berlengan kekar ini juga punya alternatif merek impor seperti Eibach, Tanabe, H&R, atau Tein.

Ada harga, ada rupa, merek impor tersebut memiliki banderol 2 kali lipat dari harga per lokal yakni di atas Rp 3 juta untuk mobil seperti Kijang Innova.

Tags:

#Tips Suspensi Mobil #Komponen Suspensi Mobil #Jenis-jenis Suspensi Mobil #Tips Sokbreker Mobil #Sokbreker
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan