KabarOto.com - Tim McLaren Mastercard Formula 1 menatap sisa paruh kedua musim kompetisi dengan optimisme tinggi. Berbekal performa yang menjanjikan sejak balapan di Silverstone, tim asal Woking ini langsung memasang target tinggi, konsisten memperebutkan podium dan mengamankan kemenangan di seri-seri krusial mendatang.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, McLaren telah menyiapkan rangkaian paket pembaruan (upgrade) teknis yang akan diturunkan secara bertahap. Fokus pengembangan jet darat mereka kali ini akan dipusatkan pada peningkatan performa pengereman (braking) serta kemampuan bermanuver di tikungan (cornering).
Komponen baru ini dijadwalkan mulai mendarat pada GP Hongaria dan akan terus berlanjut di GP Belanda serta seri-seri berikutnya.
Langkah agresif ini diambil menyusul hasil evaluasi pasca-balapan di Spa-Francorchamps yang dinilai belum mencerminkan potensi maksimal mobil mereka akibat beberapa kendala teknis dan insiden di lintasan.
Baca Juga: Max Verstappen Mempersembahkan Podium ke-300 untuk Red Bull Racing
Evaluasi Spa dan Sentuhan di Sektor Mesin
Meskipun gagal membawa pulang poin maksimal dari Belgia, Prinsipal Tim McLaren, Andrea Stella, menegaskan bahwa kecepatan dasar alias underlying pace mobil mereka sebenarnya sangat kompetitif. Selain sektor aerodinamika dan sasis, McLaren juga terus bekerja sama dengan pihak High Performance Powertrains (HPP) untuk memaksimalkan potensi dari unit daya (PU) Mercedes mereka.
Pihak manajemen mengakui bahwa tantangan terbesar dalam waktu dekat adalah menghadapi sirkuit seperti Hongaria dan Belanda, di mana rival-rival utama mereka diprediksi akan tampil sangat kuat. Oleh karena itu, suntikan komponen baru menjadi harga mati agar McLaren bisa bertarung di barisan depan.
Kami tahu kami harus meningkatkan pengereman dan kemampuan menikung kami untuk menantang lawan utama kami di trek seperti Hongaria dan Belanda,
ujar Andrea Stella, Team Principal McLaren.
Stella menambahkan, "Kami memiliki peningkatan yang datang untuk bagian kedua musim ini, dan meskipun tidak semuanya akan terselesaikan sekaligus, tujuan kami jelas ingin secara konsisten bertarung demi podium dan, pada akhirnya, kemenangan."
Baca Juga: Klasemen Sementara Formula 1 2026: Kimi Antonelli Kokoh, Lewis Hamilton Geser George Russell
Nasib Sial Lando Norris dan Oscar Piastri di Belgia
Kegagalan meraih podium di Spa-Francorchamps sejatinya dipengaruhi oleh faktor eksternal dan nasib sial yang menimpa kedua pembalap mereka. Lando Norris, yang memulai balapan dengan potensi besar dari posisi 3 di grid, harus kehilangan banyak waktu akibat penalti, kendala teknis saat melakukan pit stop, serta momentum Safety Car yang tidak mendukung strategi bannya.
Di sisi lain, Oscar Piastri juga gagal mengamankan podium setelah mobilnya mengalami kerusakan tepatnya floor damage akibat kontak fisik dengan pembalap Ferrari, Charles Leclerc. Kerusakan tersebut membuat Piastri kehilangan waktu antara 0,2 hingga 0,3 detik per lap, yang mempercepat degradasi ban di paruh kedua setiap sesi stint.
Dengan evaluasi mendalam dan peta jalan pengembangan mobil yang jelas, McLaren kini siap menantang dominasi papan atas demi mengamankan poin-poin krusial di fase penentu kejuaraan dunia.