OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Sobat Harus Paham, Ini Serba Serbi Dyno Test pada Mobil dan Motor

Kipli - 1 jam, 54 menit lalu
OtoTips Tips Mobil Tips Motor

KabarOto.com - Istilah dyno test atau dynometer test mungkin sudah familiar apalagi di dunia balap ataupun modifikasi mesin. Biasanya orang melakukan dyno test untuk mengetahui variabel parameter dan karakter mesin sebelum dan sesudah melakukan tuning.

dyno test bukan hanya identik dengan modifikasi mesin saja, mesin standar pun sebenarnya sah-sah saja melakukan dyno test.

"Dyno test khususnya mobil harian, tujuannya kita bisa lihat mesin itu masih dalam kondisi primanya atau tidak. Jadi dari situ kita punya perbandingan,” jelas Yuda Resigama Anggoro Owner dari AHT Garage di kawasan Tangerang Selatan.

Baca Juga: Serba Serbi Rotasi Ban Mobil, Sobat Harus Paham Agar Efisien

Roda 2 dan 4 Bisa Dyno

Tak hanya roda empat, kini dyno test roda dua pun kian menjamur di berbagai penjuru.

"Lebih rinci, dyno test digunakan untuk mengukur kinerja maksimal dari torsi dan power motor. Jadi fungsi dyno test sebagai alat ukur untuk mengetahui kinerja maksimal dari torsi dan power yang dihasilkan mesin motor," Kata Patar selaku pemilik alat dyno di Shutterspeed.

Torsi sendiri merupakan kemampuan mesin untuk menggerakkan kendaraan dari kondisi diam hingga berjalan, torsi ini berkaitan dengan akselerasi. Sedangkan power bisa diartikan sebagai seberapa cepat kendaraan tersebut mencapai kecepatan tertentu.

"Mesin dyno test yang digunakan kami adalah Leads,” ucapnya. Perangkat mesin yang mendukung kinerja dyno test diantaranya roller, blower, sistem pengaman, dan pengunci motor agar tidak goyang saat motor digas penuh di atas mesin dyno.

Hasil dari pengujian tersebut selanjutnya ditampilkan pada layar komputer.

Baca Juga: Pilih Knalpot Harian dan Balap Enggak Bisa Asal, Ini Kata Ahlinya

Berbagai Variabel Pengetesan

“Ada beberapa bengkel sehabis turun mesin melakukan test dyno disini. Setelah dyno, apabila powernya lebih kecil dari lainnya, itu artinya kan ada yang salah dalam instalasi. Jadi mereka melakukan perbaikan dulu sebelum dikembalikan ke customer, sehingga kustomer dapat yang terbaik,” papar Yudha.

Ada juga beberapa pabrikan otomotif datang untuk melakukan research, misalnya pengetesan bahan bakar atau aditif.

“Beberapa pabrikan otomotif ada juga yang datang mengetes bahan bakar atau aditif, mobilnya standar, misalnya ada aditif di pasaran dites apakah naik tenaganya atau tidak. Jadi lebih bersifat reasearch sih,” ujarnya.

Baca Artikel Asli