Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Serba Serbi Filter Udara Berbeda Material, Ini Penjelasannya

Sabtu, 25 Juli 2026
Serba Serbi Filter Udara Berbeda Material, Ini Penjelasannya

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Memilih filter udara yang tepat untuk kendaraan sering kali menjadi dilema tersendiri bagi para pemilik mesin. Di satu sisi, pabrikan menyarankan penggunaan filter bawaan berbahan kertas, sementara di sisi lain, pasar aftermarket menawarkan filter udara berbahan kain atau baja tahan karat (stainless steel) yang diklaim mampu meningkatkan performa.

Padahal, baik filter udara standar maupun variasi aftermarket masing-masing memiliki karakter, kelebihan, serta kekurangan yang patut dipertimbangkan secara matang sebelum dipasang.

Baca Juga: Filter Udara Bermasalah Jangan Disepelekan, Ini Dampak Buruknya ke Mesin

Filter Udara Standar dari Kertas

Kelebihan utama dari filter udara standar (kertas) terletak pada kemampuannya menyaring partikel debu halus secara maksimal. Bahan kertas memiliki pori-pori yang sangat rapat, sehingga kerapatan penyaringannya sangat aman untuk menjaga kebersihan ruang bakar.

"Di sisi lain, jenis filter ini sangat terjangkau dari segi harga awal dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, kekurangannya adalah sifatnya yang sekali pakai, filter kertas tidak dapat dicuci dan harus diganti secara rutin setiap mencapai jarak tempuh tertentu agar tidak menyumbat aliran udara ke mesin," kata Ibnu Fajar dari bengkel Berkah Jaya Mandiri di BSD, Tangerang Selatan.

Baca Juga: BBM Meroket, Begini Kondisi Segmen Pasar Mobil Bekas

Filter Udara Aftermarket Kain atau Baja

Sebagai alternatif, filter udara aftermarket berbahan kain atau baja tahan karat menawarkan keunggulan berupa aliran udara (air flow) yang jauh lebih lancar. Efeknya, respon akselerasi kendaraan terasa lebih responsif dan hemat biaya dalam jangka panjang karena filter jenis ini dapat dicuci serta digunakan kembali.

"Kekurangannya ada pada daya saring partikel mikro yang tidak serapat filter kertas standar. Jika proses pelapisan oli (oiling) atau perawatannya kurang tepat, debu halus dapat meloloskan diri dan masuk ke dalam ruang bakar," ujarnya.

Dampak buruk dari masuknya kotoran akibat penyaringan yang kurang optimal ini ditegaskan oleh para pakar otomotif. "Filter udara yang pori-porinya terlalu besar memang bikin pasokan udara melimpah dan mesin terasa enteng. Tapi resikonya, debu halus bisa lolos dan bertindak seperti amplas di dalam silinder. Dalam jangka panjang, ini bisa mengikis dinding silinder dan membuat ring piston cepat aus," sambungnya.

Selain masalah penyaringan, efisiensi biaya juga menjadi faktor pertimbangan penting. Filter aftermarket memang membutuhkan investasi awal yang cukup tinggi serta menuntut ketelatenan dalam perawatan rutin seperti mencuci dan melapisinya kembali dengan cairan khusus.

Jika pemilik kendaraan termasuk tipe yang enggan repot melakukan perawatan berkala secara mandiri, memilih filter udara standar yang tinggal buang dan ganti baru justru merupakan langkah yang lebih efisien dan aman bagi kesehatan mesin.

Tags:

#Filter Udara #Saringan Udara ( Air Filter) #Tips Mobil #Tips Motor
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan