BBM Meroket, Begini Kondisi Segmen Pasar Mobil Bekas

Kipli
Kipli
1 jam, 12 menit lalu
BBM Meroket, Begini Kondisi Segmen Pasar Mobil Bekas

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini melonjak menjadi Rp 16.250 per liter.

Harga Dexlite naik dari Rp23.600 per liter menjadi Rp26.000 per liter. Kenaikan sebesar Rp2.400 ini diprediksi akan memberikan dampak pada biaya operasional logistik bagi sektor-sektor yang mengandalkan bahan bakar jenis tersebut.

Tidak hanya Dexlite, varian diesel kasta tertinggi yakni Pertamina Dex juga mengalami penyesuaian harga yang tajam. Produk dengan spesifikasi Cetane Number (CN) 53 ini naik dari harga sebelumnya Rp23.900 per liter menjadi Rp27.900 per liter, atau meningkat sebesar Rp4.000 per liter.

Baca Juga: BBM Diesel dan Pajak Mobil Listrik Meroket, Ini Kata Penjual

Kondisi Pasar Mobil Bekas

Hal ini disinyalir juga berpengaruh terhadap sektor industri otomotif dan pendukungnya, seperti penjualan mobil bekas atau seken.

Menanggapi hal tersebut Managing Director Carsome Indonesia, Gumgum Prijadi mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa ada pengaruhnya dalam segmen jual beli mobil bekas yang digelutinya.

"Kami belum sepenuhnya mengkaji soal dampak kebijakan tersebut terhadap penjualan mobil bekas, karena kan belum lama ya ditetapkan regulasinya. Namun pastinya memang ada dampak di sektor ini (pasar mobil seken)," katanya saat diwawancarai KabarOto disela-sela pembukaan showroom Carsome BSD Junction, Tangerang Selatan (24/06).

Baca Juga: Harga Pelumas Meroket, Tapi Jangan Tergiur dengan Oli Palsu Murah

Masih Banyak Pilihan Mobil Ekonomis

Dirinya mengaku tetap optimis karena ragam pilihan mobil yang ditawarkan untuk konsumen pun bervariasi. "Saya yakin konsumen akan lebih bijak menanggapi kenaikan BBM yang akhir-akhir ini terjadi. Karena kami selaku pemilik showroom juga menawarkan pilihan mobil yang variatif dari segi tipe dan kapasitas mesin sesuai peruntukkan dan kebutuhan mereka (konsumen)," lanjutnya.

Selain itu, Ia berpendapat bahwa seiring zaman, pelanggan kini semakin fleksibel berpindah antara eksplorasi digital dan interaksi langsung dalam kepemilikan kendaraan.

"setiap lokasi memiliki peran penting dalam membantu kami menghadirkan pengalaman yang lebih terhubung dan terpercaya bagi pelanggan, sekaligus memperkuat integrasi ekosistem dan aksesibilitas bagi diler serta mitra kami di seluruh pasar,” tutupnya.

Pelebaran sayap juga diklaim pihaknya jadi upaya jangka panjang menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada komunitas yang mereka layani, sekaligus memperkuat infrastruktur yang diperlukan guna mendukung ekosistem otomotif yang lebih transparan dan efisien.

Tags:

#Pasar Mobil Bekas #Pasar Mobil Listrik Bekas #Tips Mobil Bekas #Mobil Bekas

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan