Dampak Negatif Erupsi Abu Vulkanik ke Mobil Sobat, Wajib Waspada

2 jam, 53 menit lalu
Dampak Negatif Erupsi Abu Vulkanik ke Mobil Sobat, Wajib Waspada

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Erupsi sejumlah gunung berapi seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Sinabung, Gunung Ibu, hingga Gunung Dukono telah menyebarkan abu vulkanik di berbagai wilayah Pulau Jawa, Sumatera, dan sekitarnya.

Pemilik kendaraan perlu mewaspadai ancaman abu vulkanik ini karena mengandung partikel halus silika atau pasir kuarsa yang tajam layaknya pecahan kaca serta bersifat korosif.

Abu vulkanik memiliki karakter yang sangat halus namun tajam dan korosif sehingga berpotensi mengganggu berbagai komponen kendaraan jika pemilik mobil tidak mengantisipasinya sejak awal,

kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.

Baca juga:

Saran Instruktur Senior Ketika Berkendara di Tengah Abu Vulkanik

Merusak Lapisan Bodi

Secara eksterior, penumpukan abu vulkanik tidak hanya membuat kendaraan terlihat kotor, tetapi juga berisiko tinggi merusak komponen kaca dan cat bodi mobil jika langsung digosok atau disapu mengandalkan wiper.

Selain itu, endapan abu di jalanan dapat menurunkan daya cengkeram ban sehingga menciptakan efek licin yang membahayakan traksi berkendara.

Penting bagi pemilik kendaraan untuk berhati-hati saat membersihkan bodi dan kaca mobil serta selalu menjaga kewaspadaan ekstra menghadapi permukaan jalan yang licin akibat paparan abu vulkanik,

tambahnya

Pada sistem pendinginan, partikel abu dapat menumpuk di antara sirip radiator serta kondensor AC yang berlokasi di bagian depan kendaraan, sehingga menghambat proses pelepasan panas dan efektivitas pendinginan mesin maupun kabin.

Abu halus yang menembus masuk ke dalam kabin juga berisiko menyumbat filter kabin dan menurunkan kualitas udara yang dihirup penumpang.

Pembersihan area radiator, kondensor, hingga penggantian filter kabin harus dilakukan secara berkala agar fungsi pendinginan mesin serta kenyamanan AC tetap berjalan optimal,

kata Shendy Andhika.

Baca juga:

Serba-serbi Parkir Paralel, Sobat Wajib Paham Etika dan Caranya

Kelistrikan, Mesin dan Sensor

Sistem mekanis mekanikal dan teknis seperti pengereman, komponen sensor elektronik, hingga cairan kendaraan juga rentan terkontaminasi oleh partikel abu halus. Gesekan abu pada piringan cakram atau tromol dapat memicu goresan serta menurunkan performa rem, sementara sensor elektronik yang tertutup kotoran bisa mengganggu kontrol kendaraan dan memicu lampu indikator peringatan pada panel instrumen.

Pemilik kendaraan harus selalu memperhatikan tanda peringatan di panel instrumen dan tidak menunda pemeriksaan ke bengkel jika merasakan penurunan fungsi pengereman atau indikasi masalah elektronik,

tambahnya.

Khusus pada teknologi modern seperti mobil hybrid, Shendy bilang sistem elektrifikasinya pada dasarnya telah dirancang kedap dan tertutup rapat sehingga relatif aman dari masuknya partikel abu vulkanik. Kendati demikian, karena sifat materi abu yang sangat halus dan merusak, pengawasan mendalam terhadap indikator kendaraan tetap dianjurkan.

Meskipun komponen elektrifikasi mobil hybrid dirancang sangat aman dan tertutup rapat dari cuaca ekstrem, pengguna tetap disarankan untuk memantau layar MID dan segera memeriksa kendaraan jika terdapat notifikasi malfungsi,

pungkas Shendy Andhika.

Sebagai tindakan pencegahan lanjutan, penanganan mandiri seperti menyiram bodi dan kaca menggunakan air bertekanan/mengalir sangat disarankan sebelum melakukan pembersihan manual, diikuti dengan rutin memeriksa filter udara.

Tags:

#Tips Mobil #Abu Vulkanik #Perawatan Mobil
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan