AI Bisa Perpanjang Umur Baterai Mobil Listrik hingga 23 Persen

Kamis, 03 September 2026
AI Bisa Perpanjang Umur Baterai Mobil Listrik hingga 23 Persen

Mobil listrik didukung teknologi AI. (Foto: KabarOto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Peneliti dari Chalmers University of Technology, Swedia, menemukan metode pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi memperpanjang usia baterai kendaraan listrik hingga 23 persen.

Temuan ini menjadi perhatian karena degradasi baterai masih menjadi salah satu tantangan dalam penggunaan mobil listrik.

Salah satu faktor yang dapat mempercepat penurunan performa baterai adalah penggunaan pengisian daya cepat secara berulang.

Penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal IEEE tersebut menunjukkan, sistem pengisian daya berbasis AI mampu menyesuaikan proses pengisian berdasarkan kondisi baterai secara real-time.

AI Atur Arus Pengisian Baterai Mobil Listrik

Melansir EV Magazine, tim peneliti Chalmers mengembangkan sistem yang menggunakan reinforcement learning untuk menentukan pola arus pengisian selama proses fast charging.

Meng Yuan, peneliti pascadoktoral di Departemen Teknik Elektro Chalmers University of Technology, mengatakan metode tersebut menjadi salah satu pendekatan awal yang secara khusus mengoptimalkan proses pengisian cepat dengan mempertimbangkan usia pakai baterai.

Baterai mobil listrik

Karya ini memperkenalkan formulasi eksplisit pertama dari masalah pengisian cepat baterai seumur hidup. Metode yang diusulkan mencapai peningkatan kinerja yang signifikan, di mana masa pakai baterai diperpanjang hingga 703 siklus penuh setara… yang mewakili peningkatan 22,9% dibandingkan dengan standar dasar,

terang Meng yang dikutip KabarOto.

Dalam praktiknya, sistem AI tidak menggunakan pola pengisian yang sama pada setiap kondisi. Algoritma akan mempelajari respons baterai dan menyesuaikan arus pengisian berdasarkan kondisi sel.

Pengisian Cepat Bisa Mempercepat Degradasi Baterai

Baterai lithium-ion pada mobil listrik lebih cepat terdegradasi ketika baterai sering menerima pengisian daya berkecepatan tinggi.

Salah satu persoalannya adalah lithium plating, yaitu kondisi ketika lithium mengendap pada permukaan anoda. Jika terus terjadi, kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi baterai dan mengurangi performanya.

Baca Juga: Jangan Asal Cas, 6 Kebiasaan Ini Bikin Baterai Mobil Listrik NMC dan NCA Cepat Rusak

Karena itu, sistem yang dikembangkan Chalmers dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan pengisian dan kesehatan baterai.

AI memantau sejumlah parameter, seperti suhu, tegangan, serta state of charge (SoC). Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan strategi pengisian berikutnya.

Pendekatan ini berbeda dengan metode pengisian konvensional yang cenderung menggunakan parameter tetap. Dengan AI, strategi pengisian dapat berubah mengikuti kondisi baterai dan lingkungan saat proses berlangsung.

Baterai Mobil Listrik Berpotensi Lebih Awet

Penelitian sebelumnya menunjukkan baterai kendaraan listrik modern sebenarnya mampu bertahan cukup lama jika digunakan dalam kondisi normal.

Studi Geotab pada 2024, misalnya, mencatat rata-rata degradasi baterai kendaraan listrik berada di sekitar 1,8 persen per tahun.

Namun, tingkat degradasi dapat berbeda tergantung model kendaraan, pola penggunaan, temperatur, serta kebiasaan pengisian daya.

Dalam penelitian Chalmers, peningkatan usia baterai diukur berdasarkan jumlah siklus pengisian dan pengosongan. Hasilnya, metode berbasis reinforcement learning mampu memperpanjang usia baterai hingga 703 siklus penuh setara, atau sekitar 22,9 persen dibandingkan metode standar yang digunakan sebagai pembanding.

Baca Juga: Baterai LFP Mobil Listrik Ternyata Punya Aturan Cas, Begini Caranya Biar Lebih Awet

Para peneliti juga menyebut metode tersebut mampu mempertahankan efisiensi pengisian pada tingkat yang sebanding dengan metode konvensional.

Teknologi AI Masih Perlu Diuji pada Mobil Listrik

Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, teknologi tersebut belum bisa langsung diterapkan pada mobil listrik produksi massal.

Pengujian dilakukan dalam lingkungan laboratorium sehingga masih diperlukan validasi pada baterai dan kendaraan yang digunakan dalam kondisi nyata. Faktor seperti temperatur, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, serta variasi karakteristik baterai perlu diuji lebih lanjut.

Tags:

#Baterai Mobil Listrik #Tips Mobil #Teknologi AI
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Pradia Eggi

Memulai karir sebagai tim Creative Research and Development di salah satu stasiun televisi swasta, memiliki ketertarikan terhadap visual dan musik. Lalu berperan sebagai Redaktur Pelaksana di sebuah media kawasan dan saat ini berperan aktif sebagai editor KabarOto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan