KabarOto.com - BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga akhir Oktober 2026, yang dinilai sebagian praktisi dan ahli otomotif berpotensi memberikan beban lebih berat pada kinerja kendaraan.
Kondisi cuaca panas dan kemacetan lalu lintas membuat radiator kesulitan melepas panas karena minimnya hembusan udara dari depan. Pada saat yang sama, oli mesin yang berfungsi membantu mengurangi panas juga dapat mengalami kerusakan formula akibat kenaikan suhu ekstrem.
Baca Juga: Begini Cara Merawat Mesin Turbo Mitsubishi Destinator
Kerusakan Komponen Saat Suhu Ekstrem
Tak hanya mesin, suhu lingkungan yang tinggi serta gesekan antar part turut meningkatkan risiko kerusakan pada komponen berbahan karet, sementara debu halus yang bertebaran berpotensi masuk dan mengganggu berbagai komponen mobil,
kata Ibnu Fajar dari bengkel Berkah Jaya Abadi, BSD Tangerang Selatan.
Untuk mencegah terjadinya gangguan, menurutnya perawatan radiator menjadi langkah utama yang sangat krusial. Pemilik kendaraan perlu memastikan sistem pendingin menggunakan cairan pendingin (coolant) yang sesuai spesifikasi dan iklim tropis, serta rutin memeriksa kondisi fisik radiator, saluran, tutup radiator, kipas, hingga tabung reservoir dari risiko kebocoran, karat, atau perubahan warna air.
Selain itu, penggantian oli mesin secara berkala sangat penting untuk menjaga kualitas pelumas dari ancaman debu dan suhu tinggi, volume oli dapat dipantau secara mandiri melalui dipstick.
Baca Juga: Merawat Pelek Mobil Supaya Ciamik dan Awet, Begini Kiatnya
Internal Mesin yang Diwaspadai
Komponen penyaring seperti filter udara, filter bahan bakar, dan filter oli juga wajib diperhatikan serta diganti secara berkala. Filter udara yang kotor dan tersumbat dapat menurunkan performa mesin, membuatnya kurang responsif, dan meningkatkan risiko kotoran masuk ke ruang mesin, itu yang paling bahaya di kondisi cuaca seperti sekarang,
wantinya.
Di sisi lain, kondisi ban mobil tidak boleh diabaikan karena berkontak langsung dengan aspal yang panas. Telapak ban yang aus atau tekanan udara yang kurang dapat menyebabkan defleksi berlebih pada dinding ban, yang berisiko merusak anyaman kawat baja dan memicu ban meletus saat kendaraan membawa beban berat.
Langkah perawatan selanjutnya meliputi pemeriksaan sistem pengereman dan pendingin udara (AC). Pada sistem rem, pastikan tidak ada endapan lumpur, karat, atau kerusakan pada slang, serta segera ganti kampas rem yang sudah tipis agar kerja cairan rem tidak terlalu berat.
Penumpukan debu pada sensor dan sistem rem juga harus diwaspadai. Terakhir, agar suhu kabin tetap sejuk, bersihkan filter kabin dan kondensor di area depan mesin dari kotoran yang dapat menghambat pelepasan panas refrigerant,
tutup Ibnu Fajar.

