KabarOto.com - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik.
Sebagian besar tragedi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh kelalaian pengemudi yang meremehkan aspek keselamatan dasar.
Kurangnya kesadaran akan risiko membuat banyak pengguna jalan abai terhadap aturan berlalu lintas.
Baca Juga: Istilah Yield dan Stale pada Persimpangan Lalu Lintas, Ini Kata Instruktur Safety Riding
Daftar Isi
Tanggapan Pakar
Daftar Isi
Pakar Keselamatan Berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menegaskan bahwa faktor kesalahan manusia (human error) merupakan penyebab utama di balik maraknya kasus kecelakaan.
Menurutnya, kegagalan mengantisipasi bahaya serta pengabaian terhadap regulasi lalu lintas berulang kali menjadi pemantik utama insiden berdarah di jalan raya.
Faktor lain seperti kondisi jalan licin, cuaca buruk, maupun kendala teknis kendaraan hanyalah variabel pendukung. Masalah mendasarnya tetap berakar pada pola pikir pengemudi yang kerap melakukan pelanggaran, seperti berkendara saat mengantuk, melaju melebihi batas kecepatan, hingga bermain ponsel saat mengemudi,
beber Jusri.
Baca juga:
Begini Cara Kelola Emosi Saat Berkendara Ala Rifat Sungkar
Microsleep
Fenomena microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara juga menjadi ancaman nyata akibat kelalaian mengelola rasa lelah.
Kehilangan fokus selama beberapa detik saja dapat berakibat fatal. Pengemudi yang memaksakan diri dalam kondisi lelah pada hakikatnya sama bahayanya dengan berkendara di bawah pengaruh alkohol,
lanjutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan defensive driving atau cara berkendara defensif. Pendekatan ini menuntut pengemudi tidak hanya menguasai keterampilan teknis menyetir, tetapi juga memiliki kesadaran penuh untuk mengontrol emosi, memprediksi potensi bahaya di sekitar, serta mengutamakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Guna menekan angka kecelakaan, edukasi keselamatan bertransportasi harus dilakukan secara konsisten dan sistematis.
Keselamatan berlalu lintas bukanlah soal keberuntungan, melainkan tanggung jawab pribadi dan wujud disiplin yang wajib diterapkan oleh setiap pengemudi tanpa kompromi,
tutupnya.
