OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Strategi Suzuki Hingga 2030, Ada Mobil BEV, Hybrid Juga REEV

Berry - Senin, 28 September 2026
OtoNews News

KabarOto.com - Suzuki Motor Corporation memperkenalkan Technology Strategy 2026 untuk 10 tahun ke depan. Strategi ini menegaskan pendekatan multi-pathway, dengan pengembangan berbagai jenis teknologi kendaraan, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi energi di setiap pasar.

Suzuki tidak hanya mengembangkan mobil listrik berbasis baterai atau BEV, tetapi juga menyiapkan teknologi hybrid, series hybrid, REEV, CNG, CBG, hingga mesin pembakaran internal generasi baru. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari filosofi "Minimization of Energy" dan "Maximization of Essential Value".

Baca Juga : Mulai Rp29 Jutaan, Honda Stylo Punya Tampilan Baru di Indonesia

Untuk kendaraan elektrifikasi, Suzuki mengembangkan sistem hybrid baru untuk mobil mini, serta series hybrid untuk mobil kompak. Perusahaan juga menyiapkan konsep REEV Light yang menggunakan baterai yang sesuai kebutuhan, dan tetap dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Suzuki turut mengembangkan arsitektur e-Axle yang dapat digunakan pada BEV maupun kendaraan hybrid. Teknologi tersebut dirancang dalam dua spesifikasi utama untuk mencakup kendaraan mulai dari kelas mini hingga D-segment.

Suzuki belum meninggalkan mesin pembakaran internal. Perusahaan tengah menyiapkan mesin turbo direct-injection generasi baru dengan target efisiensi termal mencapai 50 persen. Teknologi ini ditujukan untuk pasar yang masih memiliki kebutuhan tinggi terhadap mesin konvensional.

Aspek bobot juga menjadi perhatian. Suzuki menargetkan pengurangan bobot kendaraan sekitar 100 kg pada 2030, bahkan membuka kemungkinan pengurangan hingga 120 kg, melalui pengembangan struktur dan material yang lebih ringan.

Baca Juga : GPSKU Dorong Efisiensi dan Keamanan Operasional Armada Perusahaan

Untuk mempercepat peluncuran produk, Suzuki menargetkan waktu pengembangan kendaraan baru berkurang 50 persen pada 2030. Efisiensi pengembangan ditargetkan meningkat 30 persen, sementara efisiensi manufaktur naik 50 persen dibandingkan acuan sebelumnya.

India juga akan semakin penting dalam strategi global Suzuki. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi sekitar 4 juta kendaraan per tahun di India mulai tahun fiskal 2030 dan seterusnya. Ini sekaligus sebagai basis produksi dan ekspor global.

Dengan strategi ini, Suzuki memilih mengembangkan beragam teknologi dan mengombinasikannya sesuai kebutuhan masing-masing pasar, alih-alih mengandalkan satu jenis teknologi kendaraan saja.

Baca Artikel Asli