KabarOto.com - Hyundai secara mengejutkan memperkenalkan mobil terbaru di segmen kendaraan petualang murni, Boulder Concept. Hadir dalam ajang New York Auto Show (NYAS) 2026, kendaraan konsep tersebut menandai pergeseran drastis pabrikan, dari penguasa pasar SUV perkotaan menuju segmen off-road kelas berat yang selama ini didominasi Ford Bronco dan Jeep Wrangler.
Seperti dilansir Carscoops, Boulder Concept tampil mencolok dengan filosofi desain Art of Steel. Berbeda dengan garis mengalir pada seri Ioniq atau Santa Fe terbaru, Boulder mengadopsi siluet kotak (boxy) kaku, yang menonjolkan kesan kokoh dan fungsional.
Baca Juga: Revolusi Logistik Hijau, Mengenal Hyundai XCIENT Fuel Cell Class-8
Secara visual, Hyundai Boulder Concept memadukan elemen retro dengan teknologi modern. Penggunaan ban mud-terrain berukuran 37 inci dipadukan dengan pelek beadlock untuk ground clearance tinggi. Overhang depan dan belakang juga sangat pendek membuat mobil ini memiliki sudut approach dan departure ekstrem, sehingga memungkinkan untuk melewati rintangan batu besar dengan mudah.
Salah satu fitur uniknya adalah penggunaan pintu coach doors tanpa pilar B, untuk memberikan akses luas ke kabin. Selain itu, terdapat jendela atap bergaya safari yang memberikan pandangan luas ke atas bagi penumpang saat menjelajah alam liar.

Berbeda dengan Hyundai Santa Cruz yang menggunakan konstruksi unibody, Boulder Concept dibangun di atas platform body-on-frame atau sasis tangga (ladder frame) yang sepenuhnya baru. Hyundai mengonfirmasi bahwa platform ini memang dikembangkan khusus untuk ketangguhan di medan berat dan kemampuan menarik beban besar.
Sistem suspensinya memiliki jarak panjang, serta didukung teknologi peredam kejut mutakhir yang dapat menyesuaikan tingkat kekerasan secara otomatis berdasarkan medan yang dilalui.
Masuk ke dalam kabin, Hyundai sengaja menjauhi tren layar sentuh raksasa yang mendominasi mobil modern. Interior Boulder justru mempertahankan banyak tombol fisik dan kenop putar berukuran besar agar mudah dioperasikan meskipun pengemudi sedang menggunakan sarung tangan.

Meski demikian, teknologi tetap hadir melalui fitur Digital Spotter. Fitur ini menggunakan rangkaian kamera di bawah bodi dan sensor LiDAR untuk menampilkan visual rintangan di bawah mobil secara real-time ke layar dasbor, membantu pengemudi bermanuver di jalur sempit atau medan berbatu tanpa bantuan orang lain di luar kendaraan.
Kemunculan Boulder Concept bukan sekadar latihan desain. Pabrikan Korea Selatan tersebut juga memberikan sinyal bahwa kendaraan ini merupakan pratinjau dari lini produk body-on-frame pertama mereka yang akan diproduksi massal di Amerika Serikat sebelum tahun 2030. Ini termasuk kemungkinan hadirnya varian pikap medium tangguh yang akan bertarung langsung dengan Toyota Tacoma dan Ford Ranger.
Baca Juga: Merek Mobil Terlaris Februari 2026, Jaecoo Berhasil Kalahkan Hyundai dan Isuzu
“Boulder Concept adalah bukti ambisi kami untuk menaklukkan setiap medan. Kami ingin menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya unggul dalam mobilitas listrik perkotaan, tetapi juga mampu menghadirkan kendaraan petualang paling tangguh di dunia,” ujar perwakilan desain Hyundai di sela-sela pameran.
Dengan kehadiran Boulder Concept, Hyundai secara resmi siap masuk ke segmen SUV petualang, menawarkan alternatif baru yang segar, berteknologi tinggi, namun tetap mempertahankan esensi kendaraan off-road sejati.