KabarOto.com - Changan Lumin resmi hadir di pasar Indonesia sejak November 2025 sebagai salah satu pilihan micro EV dengan desain unik dan dimensi kompak.
Mobil listrik mungil ini dipasarkan dalam satu varian dan sudah dirakit secara lokal atau CKD di Indonesia. Dengan harga Rp 205 juta, Changan Lumin menjadi salah satu opsi kendaraan listrik perkotaan yang cukup kompetitif di kelasnya.
Baca Juga: Test Drive Changan Deepal S07, SUV Listrik Rp500 Jutaan dengan Teknologi Berkelas
Selain itu, mobil ini juga menawarkan desain membulat yang terkesan playful dengan lampu depan projector halogen berbentuk unik. Dimensinya yang mungil dipadukan dengan radius putar kecil membuat mobil ini cocok digunakan untuk mobilitas harian di area perkotaan yang padat.
Jarak Tempuh & Performa Impresif Changan Lumin
Changan Lumin menggunakan baterai berkapasitas 20,08 kWh yang menyalurkan tenaga ke roda depan. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga sebesar 46 dk dan torsi 83 Nm. Karakter torsi instan khas mobil listrik membuat akselerasi awal mobil ini terasa responsif, terutama untuk penggunaan di dalam kota.
Dalam pengujian performa, Changan Lumin mampu mencatatkan akselerasi 0-60 kpj dalam waktu sekitar 7 detik. Sementara untuk mencapai kecepatan 100 kpj, mobil ini membutuhkan waktu sekitar 16 detik. Angka tersebut tergolong cukup baik untuk kendaraan listrik mungil di kelas entry level.
Saat pengetesan, mobil ini juga memiliki dua mode berkendara, yakni ECO dan SPORT. Pada mode ECO, kecepatan maksimal dibatasi hingga sekitar 84 kpj demi menjaga efisiensi daya. Sedangkan pada mode SPORT, top speed-nya bisa mencapai sekitar 110 kpj.
Baca Juga: Changan Nevo Q06 Siap Diproduksi, SUV Listrik dengan Opsi EV dan EREV
Salah satu keunggulan utama Changan Lumin adalah jarak tempuhnya yang mencapai hingga 301 km dalam sekali pengisian penuh. Angka tersebut menjadi salah satu yang terjauh di segmen micro EV di Indonesia, sehingga memberikan rasa aman lebih bagi pengguna saat melakukan mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Kemampuan fast charging juga menjadi nilai tambah penting. Dengan dukungan pengisian cepat DC/CCS2 dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit, pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama saat mengisi ulang baterai, sesuatu yang masih belum dimiliki beberapa kompetitor micro EV lain di pasar Indonesia.