KabarOto.com - Toyota Corolla telah menorehkan sejarah sebagai mobil terlaris di dunia dengan penjualan lebih dari 57 juta unit selama 60 tahun sejak debutnya pada tahun 1966.
Berdasarkan filosofi menyediakan kendaraan berkualitas tinggi yang serbaguna dan terjangkau, Corolla terus beradaptasi melalui 12 generasi untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen global dalam bentuk sedan, hatchback, wagon, hingga coupe.
Berikut adalah ringkasan perkembangan Toyota Corolla dari generasi pertama hingga kedua belas:
Generasi Pertama (1966–1970): Diluncurkan di Jepang sebagai "mobil rakyat" bermesin 1.100 cc dengan kode K, menghasilkan sekitar 60 dk dan torsi sekitar 83 Nm, dengan varian sedan 2 pintu, 4 pintu, wagon, serta fastback coupe (Corolla Sprinter), yang langsung sukses berkat fitur inovatif seperti transmisi manual 4 percepatan di lantai.
Generasi Kedua (1970–1974): Hadir dengan fokus pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan kepraktisan, serta memperkenalkan varian coupe sport Levin. Generasi kedua menggunakan mesin bensin seri K, termasuk mesin 3K berkapasitas 1.166 cc.
Varian ini menghasilkan sekitar 68 dk dengan torsi sekitar 93 Nm, AC, dan tangki bahan bakar lebih besar.
Baca Juga: Menilik Sejarah Generasi Honda NSR Series, Pecinta 2-tak Masuk

Generasi Ketiga (1974–1979): Dirancang melalui pengujian terowongan angin untuk menghasilkan bodi aerodinamis bergaya Liftback dan hardtop, serta menjadi Corolla pertama yang dilengkapi fitur keselamatan pasif seperti zona benturan (crumple zones).
Generasi ini menggunakan mesin 1.200 cc 3K, 1.400 cc seri T, dan 1.600 cc 2T. Varian 1.600 cc 2T menghasilkan sekitar 98 dk dan torsi sekitar 135 Nm
Generasi Keempat (1979–1983): Menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik di tengah krisis minyak, mengadopsi kemudi rack-and-pinion, suspensi multi-link, serta opsi mesin diesel pertama.
Generasi keempat menawarkan mesin bensin 1.300 cc seri 4K dan 1.600 cc seri 2T, dengan varian 1.600 cc menghasilkan sekitar 75–86 dk dan torsi sekitar 115–125 Nm, bergantung pada konfigurasi mesin dan pasar
Generasi Kelima (1983–1987): Menggunakan desain berbasis komputer dengan opsi penggerak roda depan (front-wheel drive) untuk kabin yang lebih lapang, serta melahirkan ikon budaya pop legendaris berpenggerak roda belakang yaitu AE86 (Hachi-Roku).
Generasi ini menggunakan mesin 1.300 cc 2E, 1.500 cc 5A, dan 1.600 cc 4A-GE DOHC 16 katup. Varian sporty 4A-GE menghasilkan sekitar 118 dk dan torsi sekitar 142 Nm, dengan karakter mesin yang lebih responsif pada putaran tinggi.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Mitsubishi Lancer Evolution Generasi I-V (1992-1998)

Generasi Keenam (1987–1991): Mengusung tema desain "luas dan membumi" dengan bodi yang lebih membulat, peredaman getaran digital, serta lini mesin yang sangat luas dari sedan hingga penggerak 4 roda.
Generasi Ketujuh (1992–1995): Dipengaruhi oleh standar kemewahan Lexus dengan bodi yang lebih besar, aerodinamis, penanganan ala Eropa, serta peningkatan standar keselamatan pengemudi seperti kantong udara (airbag).
Mesin yang digunakan 1.300 cc, 1.500 cc 5A-FE, dan 1.600 cc 4A-FE. Varian sporty 4A-GE 20 katup menghasilkan sekitar 158 dk dengan torsi sekitar 162 Nm, sedangkan mesin 4A-FE menghasilkan sekitar 113 dk dan torsi sekitar 145 Nm.
Generasi Kedelapan (1995–2000): Fokus pada pengurangan bobot menggunakan baja kekuatan tinggi dan efisiensi biaya kepemilikan, sekaligus menandai dimulainya produksi penuh Corolla di Eropa (Inggris). Mesinnya 1.300 cc 4E-FE, 1.500 cc 5A-FE, dan 1.600 cc 4A-FE.
Mesin 4A-FE menghasilkan sekitar 113 dk dan torsi 145 Nm, sementara versi sporty 4A-GE 20 katup mampu mencapai sekitar 163 dk.
Generasi Kesembilan (2000–2006): Membawa standar milenium baru dengan desain eksterior bergaya Eropa yang halus dan aerodinamis, panel instrumen kelas atas, serta varian mesin diesel common-rail dan bensin T Sport.
Pilihan mesin bensin meliputi 1NZ-FE 1.496 cc, 3ZZ-FE 1.598 cc, 1ZZ-FE 1.794 cc, hingga 2ZZ-GE 1.796 cc pada varian performa tertentu. Tenaga berkisar 87–190 dk dengan torsi sekitar 122–180 Nm. Teknologi VVT-i mulai banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus respons mesin.
Generasi Kesepuluh (2007–2012): Dipasarkan dengan nama Auris di beberapa wilayah untuk model hatchback, serta memperkenalkan varian massal ramah lingkungan pertama di Eropa melalui Auris Hybrid pada tahun 2010.
Corolla generasi ini memakai mesin bensin berkapasitas sekitar 1.298–2.362 cc, tergantung pasar, termasuk keluarga 1NR-FE, 1ZR-FE, 2ZR-FE, dan mesin 2AZ-FE di beberapa negara. Tenaga berkisar 88–158 dk dengan torsi sekitar 128–220 Nm.
Generasi Kesebelas (2013–2018): Berfokus pada penyempurnaan dinamika berkendara, penambahan varian Touring Sports (wagon), serta menawarkan sistem hibrida penuh dengan emisi CO2 yang sangat rendah. Corolla generasi ke-11 memiliki pilihan mesin bensin 1.329 cc, 1.496 cc, 1.598 cc, dan 1.798 cc, serta sistem hybrid 1.798 cc pada varian tertentu.
Tenaga mesin bensin berkisar 88–140 dk dengan torsi sekitar 121–173 Nm. Versi hybrid memadukan mesin bensin dan motor listrik sehingga tenaga gabungan serta torsinya berbeda dari mesin bensin saja.
Generasi Keduabelas (2019–sekarang): Dibangun di atas platform TNGA-C dengan pusat gravitasi lebih rendah untuk kelincahan berkendara, sepenuhnya berbasis hibrida di Eropa, serta memperluas lini hingga varian GR Sport dan SUV Corolla Cross. Corolla E210 menggunakan mesin bensin 1.490 cc, 1.598 cc, 1.798 cc, hingga 1.987 cc, bergantung pada pasar.
Tenaga varian reguler berkisar 121–169 dk dengan torsi sekitar 142–205 Nm. Versi hybrid 1.798 cc menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik untuk efisiensi lebih baik, sedangkan mesin Dynamic Force 2.0 liter menawarkan performa lebih tinggi. Angka ini tidak mencakup Corolla GR berperforma tinggi.