OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Veda Ega Pratama Makin Menjanjikan di Moto3 2026

Bimo Hariyadi - Rabu, 03 Juni 2026
OtoSport Internasional

KabarOto.com – Performa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada musim pertamanya di Moto3 2026 patut diapresiasi. Setelah tujuh seri berlangsung atau sekitar sepertiga musim berjalan, pembalap Honda Team Asia tersebut, mampu menunjukkan perkembangan di tengah ketatnya persaingan kelas Grand Prix.

Sebagai rookie yang belum pernah mengendarai motor Moto3, Veda berhasil mematahkan keraguan banyak pihak. Pembalap asal Wonosari, Yogyakarta itu kini berada di jajaran lima besar klasemen sementara, dan menjadi salah satu pendatang baru paling kompetitif musim ini.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Melesat dari P17 ke P6 di Jerez, Ini Hasil Balapan Moto3 Spanyol 2026

Meski masih tertinggal dari beberapa nama yang berada di papan atas seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan Adrian Fernandez, performa Veda tetap patut diperhitungkan. Selisih poinnya dengan Brian Uriarte terbilang sangat tipis, hanya terpaut satu angka. Padahal Uriarte sudah memiliki pengalaman lebih banyak di ajang Moto3 dibandingkan Veda.

Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama Ungguli Pembalap Berpengalaman

Menariknya, Veda juga mampu mengungguli sejumlah pembalap berpengalaman, seperti Valentin Perrone, David Almansa, Guido Pini, David Munoz, hingga Hakim Danish, yang klasemennya masih di bawah pembalap Indonesia tersebut.

Namun bukan hanya posisi klasemen yang menjadi sorotan. Statistik balapan menunjukkan salah satu kekuatan terbesar Veda musim ini adalah konsistensi saat menjalani race.

Dari tujuh putaran yang telah berlangsung, Veda hanya sekali gagal finis saat balapan di Amerika Serikat. Selebihnya, ia selalu mampu memperbaiki posisi atau setidaknya mempertahankan hasil kualifikasi saat garis finis.

Pada seri pembuka di Thailand, Veda memulai balapan dari posisi kelima dan mengakhiri lomba di posisi yang sama. Hasil lebih baik diraih pada putaran Brasil ketika start dari posisi keempat dan berhasil naik ke posisi ketiga saat finis.

Performa impresif kemudian ditunjukkan di Spanyol. Memulai balapan dari posisi ke-17, Veda mampu menembus grup depan dan finis keenam. Hasil tersebut menjadi salah satu comeback terbaik yang dicatatkan rookie musim ini.

Veda Ega Pratama pembalap asal Indonesia berusia 17 tahun

Tren positif berlanjut di Prancis. Start dari posisi keenam, Veda sukses mengamankan posisi keempat dan kembali mengumpulkan poin penting untuk klasemen.

Kemampuan Membaca Jalan Balapan

Kemampuan membaca jalannya balapan kembali terlihat di Catalunya. Meski harus memulai balapan dari posisi ke-20, Veda berhasil menyalip banyak rival dan finis di posisi delapan. Sementara pada seri Mugello, Italia, akhir pekan lalu, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan finis kedelapan setelah start dari posisi ke-12.

Jika dihitung dari seluruh balapan yang berhasil diselesaikan, Veda mencatat rata-rata peningkatan posisi yang cukup signifikan dibandingkan posisi start. Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam mengelola ban, menjaga ritme balap, serta mengambil keputusan saat bertarung dalam grup besar yang menjadi ciri khas Moto3.

Bagi seorang rookie, kemampuan seperti ini merupakan sinyal positif. Banyak pembalap pendatang baru biasanya membutuhkan waktu satu musim penuh untuk beradaptasi dengan karakter motor Moto3, dan persaingan yang sangat rapat. Namun Veda mampu memperlihatkan proses adaptasi yang jauh lebih cepat.

Masih tersisa lebih dari dua pertiga musim balap. Jika mampu mempertahankan konsistensi sekaligus meningkatkan performa saat sesi kualifikasi, peluang Veda untuk meraih podium tambahan bahkan kemenangan pertamanya di Moto3 musim ini tetap terbuka lebar.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Sedih, Terjatuh dan Gagal Finis di Moto3 COTA

Dengan usia yang baru menginjak 17 tahun, perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 sejauh ini menjadi salah satu cerita menarik yang patut terus dipantau oleh pecinta balap motor Indonesia.

Baca Artikel Asli