OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Yamaha NMAX Neo Diajak Touring ke Toraja 800 Kilometer, Tetap Tangguh Tanpa YECVT

Pradia Eggi - 1 jam, 24 menit lalu
OtoNews Motor News

KabarOto.com - Tana Toraja menjadi panggung terakhir MAXi Tour Boemi Nusantara 2026. Di tengah rombongan NMAX Turbo dan Tech MAX, KabarOto justru membawa Yamaha NMAX Neo. Hasilnya? Motor ini mampu menyelesaikan perjalanan 863 km dengan konsumsi BBM 40,6 kpl.

Ada satu hal yang menarik dari perjalanan MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 Final Chapter di Tana Toraja, 15-18 Agustus lalu.

Ketika sebagian peserta menggunakan Yamaha NMAX Turbo dan NMAX Turbo Tech MAX dengan teknologi Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT), saya justru mendapat kesempatan menjajal Yamaha NMAX Neo.

Bukan tanpa alasan, KabarOto ingin mengetahui sejauh mana NMAX Neo yang tidak dibekali YECVT tersebut bisa diajak menjalani perjalanan touring dengan karakter jalan yang cukup ekstrem.

Jawabannya baru terasa setelah perjalanan selesai, odometer perjalanan KabarOto mencatat 863 km, sedikit lebih jauh dari jarak sekitar 800 km yang ditempuh dalam rangkaian final chapter MTBN. Konsumsi bahan bakar yang tercatat mencapai 40,6 kpl dengan penggunaan di segala medan.

Angka tersebut menurut saya cukup menarik, mengingat perjalanan tidak sepenuhnya mengikuti ritme rombongan.

Bukan Sekadar Touring Bersama Rombongan

Rute Final Chapter MTBN 2026 memang bukan perjalanan santai. Selama empat hari, rombongan harus melewati berbagai karakter jalan, mulai dari kawasan perkotaan, jalur pesisir yang panjang dan panas, hingga memasuki wilayah pegunungan Tana Toraja dengan tanjakan, turunan, tikungan tajam, serta beberapa ruas gravel berbatu.

Destinasinya pun tidak hanya satu atau dua, ada Gunung Nona, Buntu Burake, Kete Kesu, Lolai atau Negeri di Atas Awan, hingga Lembah Ollon yang menjadi salah satu highlight perjalanan.

Baca Juga: Yamaha MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Tuntas, Tempuh 3.300 Km Jelajahi 6 Pulau Indonesia

Menariknya, KabarOto cukup sering memanfaatkan waktu ketika rombongan berhenti untuk bergerak lebih jauh dan mengeksplorasi sekitar.

Artinya, perjalanan NMAX Neo bukan hanya mengikuti jalur utama dari satu titik ke titik berikutnya. Ada beberapa momen ketika motor kembali digunakan untuk mencari sudut pandang lain, mengejar lokasi menarik, atau sekadar menikmati suasana Toraja lebih lama.

Itulah yang kemudian membuat jarak tempuh NMAX Neo yang kendarai KabarOto mencapai 863 km. Dan dari perjalanan tersebut, konsumsi BBM 40,6 km/liter terasa menjadi salah satu catatan paling menarik.

NMAX Neo Tidak Punya YECVT, Tapi Bukan Berarti Tidak Cocok Touring

Harus diakui, ketika berada dalam satu rombongan dengan NMAX Turbo dan Tech MAX, perbedaan teknologi memang terasa.

NMAX Turbo mengandalkan mesin 155 cc Blue Core VVA yang dipadukan YECVT. Teknologi ini memungkinkan hadirnya T-Mode, S-Mode dan Y-Shift untuk mengatur karakter akselerasi maupun deselerasi sesuai kebutuhan pengendara.

Baca Juga: Menjelajah Bali Gunakan MAXi Yamaha, dari Kintamani Sampai Pesisir Timur Pulau Dewata

Fitur tersebut jelas memiliki keuntungan ketika menghadapi medan seperti Toraja, terutama saat berhadapan dengan tanjakan panjang, turunan dan kebutuhan menjaga momentum.

Namun, NMAX Neo memiliki karakter berbeda. Motor ini menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA 4-valve SOHC dengan transmisi otomatis konvensional, tanpa YECVT. Di atas kertas memang tidak secanggih NMAX Turbo, tetapi justru kesederhanaan tersebut membuat karakter NMAX Neo terasa mudah dipahami.

Tidak ada mode berkendara yang perlu dipilih. Tidak ada Y-Shift yang harus diatur, cukup buka gas dan nikmati perjalanan. Untuk perjalanan jauh, karakter seperti ini ternyata bukan sesuatu yang buruk.

Posisi Riding Jadi Modal Utama

Setelah ratusan kilometer, salah satu hal yang paling dirasakan dari NMAX Neo adalah posisi berkendaranya. Karakter MAXI Yamaha memang sejak awal identik dengan posisi riding yang santai dan area kaki yang luas. Yamaha sendiri menyebut posisi MAXi Riding Position dirancang agar pengendara lebih rileks, baik untuk perjalanan dekat maupun jarak jauh.

Dan di Toraja, karakter tersebut terasa manfaatnya, KabarOto nmengubah posisi kaki selama perjalanan, mencari posisi duduk yang paling nyaman ketika jalan mulai panjang dan monoton, kemudian kembali berkonsentrasi saat memasuki jalur berkelok.

Baca Juga: Maxi Tour Boemi Nusantara Etape 3 Turut Peduli Lingkungan

Jok berukuran besar juga membantu menjaga kenyamanan ketika durasi riding mulai panjang.

Hal lain yang cukup penting adalah kapasitas bagasi 25 liter. Untuk perjalanan touring, ruang tersebut cukup berguna menyimpan perlengkapan berkendara yang tidak selalu ingin dibawa di punggung. Yamaha juga membekali NMAX dengan tangki bahan bakar 7,1 liter, yang membuat daya jelajahnya cukup mendukung perjalanan jarak jauh.

Ketika Toraja Mulai Menantang

Karakter jalan menuju sejumlah destinasi di Toraja membuat saya semakin memahami posisi NMAX Neo di kelasnya.

Motor ini bukan adventure bike dan bukan pula skutik dengan teknologi performa paling tinggi. Tetapi selama permukaan jalan masih bisa dilalui dengan skutik, NMAX Neo mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Saat memasuki tanjakan, kuncinya adalah menjaga momentum dan mengatur bukaan gas dengan halus. Tidak ada bantuan Y-Shift seperti pada NMAX Turbo. Namun justru di sini gaya berkendara menjadi lebih penting.

Ketika turunan datang, pengendara juga harus lebih aktif mengatur kecepatan dan menggunakan rem dengan tepat. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa touring tidak selalu membutuhkan motor dengan spesifikasi paling tinggi.

Yang lebih penting adalah motor tersebut sesuai dengan cara kita berkendara.

40,6 Km/Liter di Perjalanan 863 Km

Bagian yang paling menarik tentu konsumsi bahan bakarnya. Sepanjang perjalanan Final Chapter, NMAX Neo yang dikendarai KabarOto mencatat 40,6 km/liter dengan total jarak 863 km.

Jika dihitung kasar, dengan konsumsi tersebut kebutuhan bahan bakar secara teoritis berada di kisaran 21 liter untuk seluruh perjalanan.

Namun angka tersebut bukan hasil perjalanan dengan kondisi laboratorium. KabarOto cukup sering bergerak sendiri ketika rombongan beristirahat, mengeksplorasi lokasi sekitar, serta mengambil jalur tambahan untuk mencari pengalaman dan sudut pandang berbeda.

Baca Juga: Harga Yamaha XMAX Terbaru Agustus 2026, Tembus Rp77 Jutaan untuk Varian Tertinggi

Jadi, bagi saya angka 40,6 km/liter bukan sekadar angka konsumsi BBM. Ini menjadi bukti bahwa NMAX Neo bisa menjadi teman touring yang cukup efisien ketika digunakan dengan gaya berkendara yang beragam.

NMAX Neo dan NMAX Turbo Punya Karakter Berbeda

Setelah berada langsung dalam satu perjalanan dengan NMAX Turbo dan Tech MAX, saya justru melihat bahwa keduanya tidak perlu dibandingkan secara hitam-putih.

NMAX Turbo memang menawarkan teknologi yang lebih tinggi. YECVT memberikan karakter akselerasi dan deselerasi yang lebih bisa diatur, sementara Y-Shift serta Riding Mode memberikan fleksibilitas tambahan ketika menghadapi medan berat.

Tetapi NMAX Neo menawarkan sesuatu yang lebih sederhana. Motor ini memiliki formula MAXI Yamaha yang sudah dikenal posisi riding nyaman, area kaki luas, bagasi besar, mesin 155 cc Blue Core VVA dan karakter transmisi otomatis yang mudah digunakan.

Buat pengendara yang ingin touring tanpa harus mengejar teknologi paling canggih, formula tersebut justru masuk akal dan pengalaman 863 kilometer di Toraja menjadi buktinya.

Toraja Mengajarkan Satu Hal

MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 akhirnya ditutup di Tana Toraja setelah sembilan etape perjalanan. Secara keseluruhan, rangkaian ini menjelajahi lebih dari 3.300 kilometer, 36 kota dan kabupaten, serta enam pulau di Indonesia.

Tetapi bagi KabarOto, Final Chapter bukan sekadar soal menyelesaikan kilometer terakhir. Toraja justru membuat perjalanan terasa lebih personal.

Ada tanjakan panjang, tikungan, jalan berbatu, udara panas, kabut pegunungan, sampai panorama Lembah Ollon yang membuat perjalanan terasa layak diperjuangkan.

Dan di tengah semua itu, Yamaha NMAX Neo berhasil membuktikan bahwa motor touring yang proper tidak selalu harus memiliki teknologi paling canggih. Tidak ada YECVT, tidak ada Y-Shift, tidak ada Riding Mode.

Dan setelah 863 kilometer di Toraja, KabarOto masih merasa perjalanan bersama NMAX Neo belum benar-benar selesai.

Baca Artikel Asli