KabarOto.com - Yamaha NMAX Neo yang dikendarai KabarOto dalam MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Final Chapter mencatat total perjalanan 863 km dengan konsumsi BBM 40,6 kpl (km/liter).
Bukan cuma melintasi jalan antarkota, NMAX Neo juga diajak menghadapi tanjakan dan tikungan pegunungan Toraja hingga jalur menantang menuju Lembah Ollon.
Ada cerita berbeda di balik perjalanan Yamaha MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Final Chapter di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
KabarOto menjadi salah satu peserta dalam rombongan tersebut, tetapi menggunakan Yamaha NMAX Neo,
Pilihan ini menarik karena NMAX Neo secara teknologi memang lebih sederhana. Motor ini belum menggunakan YECVT dan Y-Shift seperti NMAX Turbo.
Namun, justru perjalanan sejauh 863 km di Toraja menjadi kesempatan untuk membuktikan apakah NMAX Neo tetap proper digunakan sebagai motor touring jarak jauh.
Rute Perjalanan yang Ditempuh KabarOto dalam MAXi Tour Boemi Nusantara Toraja
| Etape | Rute | Jarak |
|---|---|---|
| 1 | SJAM Yamaha Maros - Pangkep - Parepare - Pinrang - Enrekang - Makale | ±276,6 km |
| 2 | Hotel Lallangan - Buntu Burake - Kete Kesu | ±30 km lebih |
| 3 | Kete Kesu - Lolai, Negeri di Atas Awan | ±15–20 km |
| 4 | Lolai - Lembah Ollon | ±80–100 km* |
| 5 | Lembah Ollon - Makassar | ±300 km lebih* |
| Total perjalanan KabarOto | Eksplorasi + perjalanan pergi-pulang | 863 km |

Start dari Diler Yamaha Maros Menuju Toraja
Perjalanan Final Chapter MTBN 2026 dimulai dari diler Yamaha SJAM Maros. Dari titik tersebut, rombongan langsung mengarahkan setang menuju Tana Toraja dengan rute utama melalui Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Enrekang hingga Makale.
Jarak perjalanan Maros menuju Toraja sendiri berada di kisaran 275 km. Dalam perjalanan resmi MTBN, salah satu peserta mencatat 276,6 km dari Maros menuju Toraja pada hari pertama.
Di sinilah karakter NMAX Neo mulai diuji.
Baca Juga: Yamaha MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Tuntas, Tempuh 3.300 Km Jelajahi 6 Pulau Indonesia
Bagian awal perjalanan dari Maros menuju Pangkep masih didominasi jalan yang relatif panjang dan lurus. Beberapa ruas terasa mirip karakter jalur Pantura karena banyak bagian jalan yang lebar dan terbuka.
Namun, kondisi permukaan jalan tidak selalu sempurna. Ada ruas yang bergelombang maupun tidak rata sehingga pengendara harus tetap menjaga konsentrasi.
Memasuki Pinrang, suasana berubah. Hamparan persawahan mulai mendominasi sisi jalan. Angin yang berembus cukup kencang juga menjadi tantangan tersendiri ketika motor melaju dalam kecepatan konstan.
Kemudian perjalanan memasuki Enrekang. Di sinilah karakter jalan mulai berubah drastis.
Jalur lurus perlahan digantikan oleh kelokan, tanjakan dan turunan khas daerah pegunungan. Apalagi ketika perjalanan berlangsung hingga malam hari, pengendara harus lebih fokus membaca kontur jalan dan menjaga kecepatan.
Setelah melewati rangkaian perjalanan tersebut, rombongan akhirnya tiba di kawasan Toraja.

Buntu Burake, Menanjak Menuju Ikon Toraja
Setelah itu perjalanan berlanjut menuju Buntu Burake di kawasan Makale.
Buntu Burake merupakan salah satu destinasi ikonik Tana Toraja, terutama karena keberadaan Patung Yesus Memberkati yang berdiri di kawasan perbukitan. Lokasinya memang memberikan panorama dari ketinggian sekaligus menghadirkan karakter jalan yang berbeda dibandingkan jalur utama Maros-Toraja.
Menuju kawasan ini, karakter jalan mulai terasa lebih berliku.
Tanjakan dan tikungan membuat pengendara harus lebih memperhatikan momentum. Bukaan gas tidak bisa dilakukan secara agresif karena setelah tanjakan biasanya langsung bertemu tikungan.
Di sinilah KabarOto merasa bahwa touring menggunakan NMAX Neo lebih banyak mengandalkan kontrol pengendara.
Baca Juga: Yamaha NMAX Neo Diajak Touring ke Toraja 800 Kilometer, Tetap Tangguh Tanpa YECVT
Motor tidak memiliki teknologi sebanyak NMAX Turbo, tetapi justru karakter tersebut membuat KabarOto lebih banyak membaca kondisi jalan secara langsung. Setelah mencapai Buntu Burake, perjalanan terasa terbayar dengan panorama Toraja dari atas.
Kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa jarak tempuh saya akhirnya lebih panjang daripada rute utama rombongan.
KabarOto tidak selalu berhenti ketika rombongan beristirahat. Ketika peserta lain mulai melepas lelah, KabarOto justru beberapa kali kembali bergerak berburu keindahan alam sekitar.

Kete Kesu, Saat Touring Berubah Menjadi Eksplorasi Budaya
Dari Buntu Burake, perjalanan dilanjutkan menuju Kete Kesu di Toraja Utara.
Kalau Buntu Burake memberikan pengalaman berupa perjalanan menuju kawasan perbukitan, Kete Kesu menghadirkan cerita yang berbeda. Kawasan adat ini terkenal dengan Tongkonan dan kompleks pemakaman tradisional masyarakat Toraja.
Di titik ini, perjalanan bersama NMAX Neo terasa lebih santai. Motor beberapa kali harus berhenti, kembali bergerak, kemudian berhenti lagi.
Naik ke Lolai, Menuju Negeri di Atas Awan
Perjalanan berikutnya membawa saya menuju Lolai, yang terkenal dengan julukan Negeri di Atas Awan.
Lokasi ini berada di kawasan dataran tinggi dan menjadi salah satu spot populer untuk menikmati matahari terbit serta hamparan awan dari ketinggian.
Akses menuju Lolai kembali menghadirkan karakter jalan pegunungan.
Tanjakan dan tikungan menjadi menu utama. Kecepatan harus lebih terkontrol dan momentum perlu dijaga ketika menghadapi tanjakan.
Di jalur seperti ini, saya semakin memahami perbedaan karakter NMAX Neo dan NMAX Turbo.
Baca Juga: Harga Yamaha XMAX Terbaru Agustus 2026, Tembus Rp77 Jutaan untuk Varian Tertinggi
NMAX Turbo memiliki YECVT dan Y-Shift yang memberikan opsi tambahan kepada pengendara ketika menghadapi perubahan kontur.
NMAX Neo tidak memiliki fitur tersebut.
Namun, mesin 155 cc Blue Core VVA tetap memberikan kemampuan yang cukup untuk membawa motor melewati jalur tersebut selama pengendara mampu menjaga momentum.
Dan setelah sampai di Lolai, rasa lelah selama perjalanan seolah terbayar.
Pemandangan dari ketinggian membuat perjalanan menggunakan motor terasa punya tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengejar angka kilometer.
Lembah Ollon Jadi Tantangan Paling Berbeda
Jika harus memilih salah satu bagian perjalanan yang paling menguji kemampuan NMAX Neo, KabarOto akan memilih Lembah Ollon karena karakter jalurnya berbeda dari perjalanan menuju destinasi lainnya.
Perjalanan menuju Ollon menghadirkan kombinasi jalan aspal atau beton, kelokan, tanjakan, turunan, hingga bagian jalan dengan permukaan batu dan trek yang lebih rusak. Karakter medan ini juga menjadi salah satu bagian paling menantang dalam rute Final Chapter MTBN.
Di sini kecepatan bukan lagi prioritas. Yang paling penting adalah menjaga motor tetap stabil.
Ketika permukaan berubah menjadi lebih kasar, KabarOto harus mengurangi kecepatan. Saat menemukan tanjakan, momentum dijaga. Begitu masuk turunan, kecepatan kembali dikontrol sebelum menghadapi tikungan.
NMAX Neo memang bukan motor adventure. Tetapi selama jalur masih memungkinkan dilalui skutik, motor ini ternyata mampu membawa KabarOto melewati medan tersebut.
Dan ketika sampai di Lembah Ollon, pemandangannya menjadi hadiah setelah melewati perjalanan yang cukup menguras konsentrasi.
Kenapa Jarak NMAX Neo Bisa Sampai 863 Km?
Di sinilah perbedaan perjalanan saya dengan peserta lain mulai terlihat. Rute utama Final Chapter MTBN berada di kisaran 800 km untuk perjalanan Makassar-Toraja-Makassar selama empat hari.
Namun NMAX Neo yang saya gunakan mencatat 863 kilometer. Ada tambahan jarak yang berasal dari aktivitas eksplorasi.
Baca Juga: Modifikasi Grand Filano Neo 2024 Scooby-Doo, Kencang dan Tetap Nyaman untuk Harian
Saya cukup sering bergerak ketika rombongan sedang berhenti. Ketika peserta lain beristirahat, saya beberapa kali menggunakan NMAX Neo untuk mencari lokasi menarik, mengambil gambar atau sekadar melihat lebih jauh kawasan yang sedang kami datangi.
Jadi, angka 863 km tersebut bukan hanya jarak rute utama. Ini adalah akumulasi perjalanan touring sekaligus eksplorasi pribadi selama berada di Toraja.
Konsumsi BBM NMAX Neo 40,6 Km/Liter
Setelah seluruh perjalanan selesai, angka konsumsi BBM menjadi salah satu catatan paling menarik.
NMAX Neo mencatat konsumsi 40,6 kpl untuk total perjalanan 863 km. Secara hitungan kasar, angka tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 21 liter bahan bakar sepanjang perjalanan.

Namun, angka tersebut tentu bukan angka baku untuk semua pengguna. Konsumsi BBM bisa berbeda tergantung gaya berkendara, bobot, kondisi jalan, tekanan ban, lalu lintas dan karakter medan.
Yamaha NMAX Neo digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan kombinasi jalan lurus, tanjakan, turunan, tikungan, jalur pegunungan serta eksplorasi tambahan.
Karena itu, catatan 40,6 kpl menurut KabarOto cukup menarik. Terlebih angka tersebut didapat setelah NMAX Neo menempuh 863 kilometer, bukan melalui pengujian singkat di jalan yang relatif ideal.
Sebab pada akhirnya, touring bukan hanya soal motor apa yang paling canggih.
Tetapi bagaimana motor tersebut mampu membawa pengendaranya pergi lebih jauh, melewati lebih banyak jalan, dan pulang dengan lebih banyak cerita.