KabarOto.com - Masih ingat Mitsubishi Eclipse Cross? SUV dengan teknologi PHEV tersebut sempat hadir singkat di Indonesia. Dan kini mobil tersebut sepenuhnya menjadi mobil listrik, di pasar Eropa.
Meski baru setahun dikenalkan, mobil tersebut sudah mendapat penyegaran. Selain mendapatkan peningkatan pada sektor baterai dan tenaga, Mitsubishi Eclipse Cross EV kini ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah.
Dari sisi desain, Mitsubishi tidak melakukan perubahan berarti. Eksterior tetap mempertahankan tampilan yang diperkenalkan saat debut, sementara kabin masih mengandalkan dua layar berukuran 12,3 inci serta sistem infotainment berbasis Google yang dikembangkan dari Renault.

Spesifikasi Baterai dan Jarak Tempuh Mitsubishi Eclipse Cross EV
Perubahan paling signifikan hadir melalui pilihan baterai baru berkapasitas 67 kWh, dengan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP). Baterai tersebut mampu membawany menempuh jarak hingga 472 km berdasarkan standar WLTP.
Sementara itu, baterai berkapasitas lebih besar tetap menggunakan Nickel Manganese Cobalt (NMC), tetapi kapasitasnya meningkat dari sebelumnya 87 kWh menjadi 89 kWh. Jarak tempuh maksimumnya kini mencapai 650 km WLTP, bertambah 15 km dibandingkan model sebelumnya.
Baca Juga : Kawasaki pamerkan Teaser Ninja H2, Muncul di EICMA 2026?

Kedua pilihan baterai mendukung pengisian cepat DC fast charging. Baterai 67 kWh membutuhkan sekitar 24 menit untuk mengisi daya dari 15 hingga 80 persen, sedangkan baterai 89 kWh memerlukan sekitar 28 menit.
Spesifikasi Motor Listrik Mitsubishi Eclipse Cross EV
Sistem penggeraknya juga mendapat peningkatan. Mitsubishi Eclipse Cross EV kini menggunakan satu motor listrik di roda depan dengan tenaga 220 dk atau 164 kW, naik 5 hp dibandingkan model sebelumnya.
Baca Juga : Geely Galaxy TT Resmi Meluncur, Sedan Listrik 570 Dk Harga Mulai Rp300 Jutaan
Harga Mitsubishi Eclipse Cross EV
Menariknya, harga menjadi salah satu perubahan terbesar. Di Belanda misalnya, Eclipse Cross EV dengan baterai 67 kWh dan trim Mid-Range ditawarkan mulai 32.990 euro atau sekitar Rp673 jutaan, termasuk insentif kendaraan listrik sebesar 3.000 euro.
Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga perkenalan di Belanda tahun lalu yang mencapai 45.690 euro (Rp932 jutaan). Artinya, harga model baru ini turun sekitar 12.700 euro atau Rp259 jutaan.