Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

4 Blok Mesin Ninja 150 2 Tak, Mau Tenaga Nyaman Atau 'Meledak'

Benny Suryakusumah
Benny Suryakusumah
Minggu, 12 Juli 2026
4 Blok Mesin Ninja 150 2 Tak, Mau Tenaga Nyaman Atau 'Meledak'

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Bagi para pencinta motor 2-tak, nama Kawasaki Ninja 150 series tentu punya tempat spesial di hati. Meski produksinya sudah dihentikan, pesonanya tidak pernah pudar. Salah satu topik yang paling sering diperdebatkan di tongkrongan atau forum otomotif adalah soal kode blok silinder.

"Kawasaki memproduksi beberapa generasi blok mesin untuk Ninja 150 (baik tipe R, SS, maupun RR). Beda kode, beda pula material, teknologi, dan karakter tenaganya," ujar Ari Yanto dari bengkel B.O.P, Tangerang Selatan.

Blok 1855 (Teknologi Super KIPS & HSAS)

Blok dengan kode 1855 adalah blok yang paling populer dan paling banyak populasinya di Indonesia. Blok ini disematkan pada generasi Ninja 150 RR, Ninja R, dan SS versi akhir, khususnya lansiran 2006 sampai 2015.

Menggunakan material liner Super Electrofusion Cylinder (tanpa boring besi) dan sudah dilengkapi teknologi Super KIPS (Kawasaki Integrated Power Valve System) serta HSAS (High-Stream Secondary Air System).

"Karakter Suara & Mesin cenderung halus dan adem saat idle. Karakter Tenaga sangat linear dan bersahabat di putaran bawah. Namun, begitu jarum RPM menyentuh angka 7.000 ke atas dan katup KIPS membuka, tenaganya langsung meledak, 'jambakan setan' khas Ninja sangat terasa di sini. Blok ini paling seimbang untuk harian maupun touring, bahkan jadi pilihan mekanik balap berkreasi menyesuaikan lubang porting polish," beber Ari.

Baca Juga: Pecinta Kecepatan Kawasaki Ninja 150 2 Tak, Jangan Bingung Pilih CDI

Blok 1878 (Generasi Emas Ninja RR Old)

Bagi para pemburu kecepatan, blok kode 1878 dianggap sebagai "cawan suci" (holy grail). Blok ini menempel pada Kawasaki Ninja ZX-150 atau Ninja RR CBU (impor utuh) asal Thailand lansiran tahun 2002 hingga sekitar 2005/2006.

Teknologi sama-sama mengadopsi Super KIPS, namun blok 1878 terkenal karena didatangkan langsung dari Thailand dengan kualitas pengecoran (casting) dan material logam yang dinilai sangat padat. Karakter tenaga napasnya sangat panjang di putaran atas. Karakter powerband-nya agresif dengan lubang-lubang porting standarnya sudah memiliki durasi yang pas untuk 'diperas' tenaganya di RPM tinggi.

Blok 1724 (Legenda Ninja "Gepeng" Tanpa KIPS)

Mundur jauh ke belakang, ada blok dengan kode 1724. Blok ini adalah jantung mekanis dari Kawasaki Ninja 150 R generasi awal (sering disebut Ninja "Gepeng" atau Ninja Kis) yang mengaspal di era akhir 90-an hingga awal 2000-an.

Blok ini belum dilengkapi teknologi Super KIPS. Sistem gas buangnya masih konvensional. Material silindernya menggunakan teknologi Electrofusion generasi awal yang sangat keras. Suara knalpot dan mesinnya cenderung lebih garing, cempreng, dan padat.

Karena tidak punya katup KIPS yang membatasi gas buang di RPM bawah, karakter tenaganya justru terasa padat merayap dari bawah ke tengah. Tidak ada efek "lonjakan" instan seperti pada blok KIPS, namun tenaganya terus mengisi secara konstan dan sangat responsif untuk stop-and-go di perkotaan.

Baca Juga: Kawasaki Ninja 2 Tak Haram Pakai Oli Samping Murahan

Blok 1821 (Varian Super KIPS Generasi Awal)

Blok kode 1821 bisa dibilang sebagai jembatan transisi. Blok ini terpasang pada Ninja R atau Ninja RR generasi peralihan (sekitar tahun 2002-2006) saat Kawasaki mulai memperkenalkan teknologi Super KIPS ke pasar Indonesia.

Teknologi sudah mengusung Super KIPS, namun mekanismenya masih generasi awal dan belum ditemani oleh sistem HSAS (pemberes emisi). Karakter tenaganya berada di tengah-tengah antara 1878 dan 1855. Putaran bawahnya sedikit lebih bertenaga dibanding 1855, dan putaran atasnya cukup menjerit meski tidak se-ekstrem blok 1878.

Tags:

#Tips Motor #Mesin Motor #Kawasaki Ninja 2 Tak #Kawasaki Ninja 150
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

You tell me...
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan