KabarOto.com - Mengganti oli mesin sudah menjadi ritual perawatan wajib untuk sepeda motor kesayangan. Umumnya pabrikan menyarankan penggantian oli mesin setiap 4.000 km atau 2 bulan pemakaian.
Selain bisa mengganti oli di bengkel resmi, kini juga banyak gerai khusus penggantian oli yang bisa ditemui. Tapi tak banyak yang menganggap remeh soal takaran oli mesin.
Masih banyak yang melebihkan jumlah oli yang masuk ke dalam mesin, misalnya Honda BeAT yang hanya butuh 0,8 liter justru diisi 1 liter oli. Maksudnya agar komponen mesin terlumasi sempurna, tapi justru ada efek negatifnya.
Baca Juga : Diler Ini Tak Lagi Jual Mobil Honda, Beralih ke Lepas dan Chery
Dilansir dari laman Wahana Honda, kelebihan takaran oli mesin justru memperberat kinerja mesin. Saat volume oli melebihi kapasitas, ruang di dalam crankcase menjadi terlalu sempit.
Alhasil gerak crankshaft menjadi sangat berat karena harus membelah genangan oli yang terlalu tinggi. Efek yang dirasakan adalah mesin terasa lebih berat dan top speed motor tertahan.

Kelebihan takaran oli juga menyebabkan tekanan udara berlebih, yang justru bisa membuat seal oli jebol, merambat ke area CVT dan ruang pembakaran.
Sebaliknya jika takaran oli mesin yang masuk lebih sedikit, itu adalah tiket ekspres untuk turun mesin. Kurangnya volume pelumas biasanya terjadi karena kebocoran halus atau penguapan ekstrem akibat motor jarang diservis.
Tanpa jumlah pelumas yang cukup, komponen logam di dalam mesin, seperti piston, ring piston, dan dinding silinder akan bergesekan secara langsung tanpa perlindungan.
Baca Juga : iCar V23 Resmi Dipasarkan Rp389,9 Juta, Karakter SUV Listrik Bergaya Lifestyle
Gesekan ini menghasilkan panas luar biasa yang tidak mampu diredam oleh sistem pendinginan mesin. Akibatnya, motor akan mengalami overheat, bahkan tak jarang mesin pecah.
Oleh karenanya memperhatikan takaran oli yang masuk ke dalam mesin harus sesuai dengan rekomendasi. Anda bisa mengetahui takaran oli yang direkomendasikan pada tutup lubang oli atau blok mesin.

