Saat ini terdapat alat untuk mengonversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bernama tabung penyimpanan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
Terdapat empat jenis tabung penyimpanan compressed natural gas dan semuanya terbuat dari bahan berkualitas. kedua model ini memiliki kelebihan dari sisi bobot.
Tabung pertama dirancang dengan menggunakan bahan baja yang kuat dan berat. Sementara itu, tabung edua memiliki bahan material campuran baja dan composite.
Tabung tipe ketiga dirancang dengan bahan alumunium dan composite. Adapun, tipe terakhir dibuat denan bahan dasar full composite.
Jenis CNG sendiri merupakan metan yang berbeda dengan elpiji rumahan yang bisa dengan mudah tersulut. Hal ini juga menjadi salah satu pembeda mengapa gas jenis CNG digunakan untuk bahan bakar kendaraan.
CNG sebenarnya merupakan gas yang sama dengan LNG, hanya saja pada CNG, gas metana dikompresi namun tidak sampai mencair.
CNG adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Bahan bakar ini dianggap lebih 'bersih' bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. CNG disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder.
Argentina dan Brasil di Amerika Latin adalah dua negara dengan jumlah kendaraan pengguna CNG terbesar. Konversi ke CNG difasilitasi dengan pemberian harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan bahan bakar cair (bensin dan solar), peralatan konversi yang dibuat lokal dan infrastruktur distribusi CNG yang terus berkembang.
Sejalan dengan semakin meningkatnya harga minyak dan kesadaran lingkungan, CNG saat ini mulai digunakan juga untuk kendaraan penumpang dan truk barang berdaya ringan hingga menengah.
Apa Itu Tabung Penyimpanan CNG?
Kamis, 16 Maret 2017
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.