Asia CAN Finals 2026, Adu Gengsi Car Audio Terbaik Asia Makin Ketat

1 jam, 2 menit lalu
Asia CAN Finals 2026, Adu Gengsi Car Audio Terbaik Asia Makin Ketat

Persaingan dunia car audio di Asia kembali memanas lewat gelaran Asia CAN Finals 2026.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Persaingan dunia car audio di Asia kembali memanas lewat gelaran Asia CAN Finals 2026. Kompetisi yang mempertemukan para kompetitor terbaik dari berbagai negara ini diikuti sembilan negara, termasuk Indonesia, yang kembali bersaing menunjukkan kualitas sistem audio mobil dan kemampuan teknis para tuner.

Sembilan negara yang berpartisipasi dalam ajang tahun ini adalah Taiwan, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, China, Hong Kong, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Menurut Wahyu Tanuwidjaja, CEO PT Audioworkshop, pada 21 Oktober 2026, jumlah negara peserta tersebut sama seperti penyelenggaraan sebelumnya.

Baca Juga: Gallium Nitride Jadi Andalan Audio di Mobil Porsche

Asia CAN Finals 2026 menjadi penyelenggaraan kedua ajang tersebut setelah pertama kali digelar pada 2019, berdasarkan keterangan narasumber.

Kelas yang Menguji Kemampuan Audio

Kompetisi ini menghadirkan sejumlah kelas yang menguji kemampuan sistem audio kendaraan dari berbagai aspek. Di antaranya Sound Quality (SQ) yang berfokus pada kualitas reproduksi suara, Sound Pressure Level (SPL) yang menguji tingkat tekanan suara, serta kategori lain yang menitikberatkan pada kemampuan sistem audio menghasilkan suara pada tingkat kekencangan tertentu.

Pembagian kelas juga disesuaikan dengan tingkatan peserta, mulai dari consumer, prosumer, hingga profesional. Skema ini membuat kompetisi dapat berlangsung lebih terstruktur, dengan penilaian yang disesuaikan terhadap kelas dan kategori masing-masing.

Deretan peserta antusia mengikuti ajang ini

Bukan Sekadar Daftar, Peserta Harus Lolos Kualifikasi Nasional

Untuk tampil di Asia CAN Finals, kompetitor tidak bisa langsung mendaftar sebagai wakil negara. Setiap peserta harus terlebih dahulu melewati proses kualifikasi di negara masing-masing sebelum mendapatkan kesempatan berlaga di tingkat Asia.

"Peserta harus terlebih dahulu mengikuti kompetisi di negara masing-masing. Mereka yang berhasil menempati posisi terbaik dan memenuhi ketentuan yang berlaku berkesempatan melaju ke tingkat Asia," ujar Wahyu.

Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas persaingan sekaligus mengatur jumlah peserta yang akan dinilai juri. Dengan pembagian berdasarkan kelas dan kategori, proses penjurian diharapkan berjalan lebih konsisten meskipun kompetitor berasal dari negara berbeda.

Sistem ini juga menjadi bagian penting dalam kompetisi car audio internasional. Pasalnya, setiap kendaraan memiliki karakteristik sistem audio, instalasi, dan penyetelan yang berbeda sehingga membutuhkan standar penilaian yang terukur.

Lima Juri dari Tiga Negara Turun Menilai

Aspek penjurian menjadi salah satu elemen penting dalam Asia CAN Finals 2026. Tahun ini, terdapat lima juri yang berasal dari tiga negara, yakni Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.

Komposisinya terdiri dari dua juri Korea Selatan, dua juri Malaysia, serta satu juri Indonesia. Keterlibatan juri dari beberapa negara diharapkan mendukung proses penilaian yang konsisten dalam kompetisi lintas negara.

Penilaian car audio memiliki tantangan tersendiri karena kendaraan yang diperlombakan tidak mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Karena itu, proses seleksi di setiap negara perlu mengacu pada standar yang sama agar hasil penilaian tetap terukur.

Aspek penjurian menjadi salah satu elemen penting dalam Asia CAN Finals 2026

Asia Master Tuner dan Indonesia Open Punya Format Berbeda

Selain persaingan kualitas audio kendaraan, Asia CAN Finals 2026 juga menghadirkan dua format kompetisi, yaitu Asia Master Tuner dan Indonesia Open.

Asia Master Tuner melibatkan tuner atau praktisi yang memiliki kemampuan dalam penyetelan sistem audio mobil. Peserta yang mewakili negaranya ditentukan melalui mekanisme seleksi yang berlaku di masing-masing negara, sehingga tidak semua orang dapat mendaftar secara langsung.

Sementara itu, Indonesia Open menggunakan format pendaftaran terbuka sesuai ketentuan yang ditetapkan penyelenggara. Format ini memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka di dunia car audio.

Perbedaan kedua format tersebut terletak pada fokus kompetisinya. Pada kompetisi audio kendaraan, perhatian utama berada pada hasil akhir sistem audio yang terpasang dan telah disetel di dalam mobil. Adapun kompetisi tuner lebih menitikberatkan pada keterampilan teknis peserta dalam merancang, mengatur, dan menyetel sistem audio.

"Melalui kedua format ini, Asia CAN Finals menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menitikberatkan pada kualitas suara kendaraan, tetapi juga keterampilan dan kemampuan teknis para tuner," imbuh Wahyu.

Melalui penyelenggaraan ini, Asia CAN Finals diharapkan menjadi ruang bagi komunitas car audio di kawasan Asia untuk menguji kemampuan, meningkatkan standar kompetisi, sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku industri audio mobil.

Baca Juga: Audio Plus Menjawab Tantangan Tren Audio Mobil 2026-2027

Kehadiran kompetitor dari sembilan negara juga memperlihatkan bagaimana kompetisi car audio menjadi wadah bagi para penggemar dan praktisi untuk saling mengukur kemampuan di tingkat regional.

Tags:

#Audio Mobil Nakamichi #Audio Mobil #Audio Mobil Crescendo
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan