KabarOto.com - Honda mengklaim masih mendominasi pasar sepeda motor di Jawa Tengah. Astra Motor Jawa Tengah menyebut sembilan dari setiap 10 sepeda motor yang terjual di wilayah tersebut merupakan merek Honda. Matik masih mendominasi, Honda BeAT masih menjadi model terlaris, disusul PCX, Vario 125, Scoopy, dan Stylo.
Budi Yanto, Region Head Astra Motor Jawa Tengah, mengatakan pangsa pasar Honda di wilayah tersebut masih bertahan pada level yang sama. “Masih sama seperti sekarang. Saat ini, sembilan dari 10 motor yang terjual di Jawa Tengah,” ujar Budi di Semarang, belum lama ini.
Baca Juga: Honda PCX 160 Naik Harga? Ini Daftar Harganya per September 2026
Klaim tersebut menunjukkan kuatnya posisi Honda di pasar sepeda motor Jawa Tengah. Sebagai pembanding, pada 2024, penjualan sepeda motor di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mencapai 450.000 unit, Honda menguasai sekitar delapan dari setiap 10 motor yang terjual.
Meski demikian, Astra Motor Jawa Tengah belum merinci angka penjualan sepeda motor terbaru maupun pangsa pasar berdasarkan masing-masing model.
Motor Matik Kuasai Hampir 97 Persen Pasar
Selain dominasi merek, tren menarik lainnya terlihat dari pilihan konsumen. Motor matik menjadi jenis sepeda motor yang paling banyak diminati masyarakat Jawa Tengah dengan kontribusi penjualan mendekati 97 persen.
Kresna Murti Dewanto, Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah, mengatakan besarnya kontribusi tersebut menunjukkan kuatnya permintaan terhadap skutik. “Kalau motor matik, porsinya sudah hampir 97 persen,” kata Kresna.
Honda memiliki sejumlah pilihan motor matik untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mulai dari skutik untuk mobilitas harian hingga model dengan dimensi lebih besar dan desain yang lebih premium.
Honda BeAT masih menjadi model dengan penjualan tertinggi di jajaran sepeda motor Honda wilayah Jawa Tengah. Model ini dikenal sebagai skutik untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Setelah BeAT, Honda PCX juga berkontribusi terhadap penjualan, diikuti Vario 125, Scoopy, dan Stylo. “Selain BeAT yang menjadi model terlaris, kami juga punya PCX. Setelah PCX, ada Vario 125, kemudian Scoopy dan Stylo. Ya, Stylo masuk lima besar penjualan di kami,” ujar Kresna.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar skutik Honda tidak hanya bertumpu pada satu model. Setiap produk menawarkan karakter berbeda, mulai dari kebutuhan transportasi harian, desain bergaya retro, hingga skutik dengan tampilan lebih premium.
Motor Sport Honda Masih Punya Penggemar
Walaupun motor matik mendominasi pasar, sepeda motor nonmatik tetap memiliki konsumen di Jawa Tengah. Honda masih memasarkan sejumlah model dari keluarga CB, CRF, dan CBR untuk menjangkau kebutuhan berkendara yang berbeda.
Menurut Kresna, segmen motor sport saat ini masih didominasi keluarga CB. Sementara itu, model CRF memiliki kelompok konsumen tersendiri, termasuk mereka yang membutuhkan motor untuk aktivitas di luar jalan beraspal.
“Untuk segmen motor sport, sekarang kondisinya masih didominasi CB. Kami juga memiliki beberapa kelompok konsumen untuk unit CRF. Kemudian, CBR juga masih ada,” katanya.
Dengan kontribusi motor matik yang mendekati 97 persen, persaingan di pasar sepeda motor Jawa Tengah masih sangat bergantung pada segmen skutik. Namun, keberadaan motor sport dan model untuk aktivitas off-road menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen tidak sepenuhnya seragam.
Baca Juga: Mulai Rp29 Jutaan, Honda Stylo Punya Tampilan Baru di Indonesia
Menarik untuk melihat apakah dominasi motor matik dan Honda di Jawa Tengah akan bertahan hingga akhir 2026, terutama di tengah persaingan merek serta perubahan pilihan kendaraan masyarakat.