KabarOto.com - Persaingan sengit menyambut paruh kedua musim Formula 1 2026 kian memanas di Sirkuit Zandvoort. Menjelang balapan utama F1 Belanda yang akan berlangsung pada Minggu (23/8), para pimpinan tim utama Mercedes, McLaren, Ferrari, hingga Red Bull Racing membeberkan evaluasi teknis, pembaruan perangkat, hingga strategi ban demi memperebutkan podium tertinggi.
Karakter Sirkuit Zandvoort yang sempit serta sulit untuk melakukan aksi menyalip (overtaking) menjadikan posisi start dan manajemen degradasi ban sebagai faktor penentu utama sepanjang 72 putaran balapan.
Baca Juga: Berita F1: George Russell Raih Kemenangan Sprint Zandvoort
Mercedes: Pentingnya Posisi Lintasan
Tim Mercedes mengamankan posisi start yang menguntungkan setelah George Russell merebut posisi kedua dan Kimi Antonelli di urutan ketiga di kualifikasi utama. Toto Wolff, Team Principal & CEO Mercedes, mengapresiasi kebangkitan timnya pasca-jeda musim panas.
Ini adalah hari Sabtu yang solid di Zandvoort. George melanjutkan awal pekan yang baik dengan kemenangan di Sprint dan posisi 2 di kualifikasi. Kimi juga tampil sangat baik. Mengamankan posisi kedua dan ketiga memberikan kami fondasi yang kuat untuk bertarung besok. Seperti yang kita lihat di Sprint Race, posisi lintasan sangat krusial di Zandvoort karena sangat sulit untuk menyalip meskipun mobil di belakang memiliki kecepatan lebih unggul. Kami akan melakukan segala cara untuk memberikan tekanan kepada Lando Norris di depan,
ujar Toto Wolff.
McLaren: Fokus Atasi Degradasi Ban Belakang
Dari kubu McLaren, raihan pole position oleh Lando Norris menegaskan tren positif paket upgrade MCL38. Namun, hasil sesi Sprint Race di mana Norris mengalami keausan ban belakang menjadi catatan penting bagi tim asal Woking tersebut.
Andrea Stella, Team Principal McLaren, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan serangkaian penyesuaian setelan mobil di antara dua sesi untuk menjaga daya tahan ban di balapan utama.
Kualifikasi hari ini mengonfirmasi pole position yang kami dapatkan di Hungaria dan membuktikan bahwa mobil bekerja baik di berbagai kondisi. Saat Sprint Race, kami mencetak poin namun menderita akibat degradasi ban. Kami melakukan sejumlah perubahan pada setelan mobil untuk meningkatkan cengkeraman di tikungan kecepatan rendah sekaligus mengurangi beban pada poros roda belakang. Tantangan sebenarnya ada pada balapan hari Minggu dengan jarak tempuh yang lebih panjang, di mana tingkat degradasi ban bisa berdampak hingga satu persepuluh detik per lap,
kata Andrea Stella.
Ferrari: Keunggulan Alokasi Ban Soft Baru
Sementara itu, Scuderia Ferrari yang menempatkan Lewis Hamilton di posisi 5 dan Charles Leclerc di posisi 6 menyimpan potensi kejutan taktis. Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, menggarisbawahi keunggulan alokasi ban yang berhasil mereka amankan dari sesi kualifikasi.
Kecepatan balap kami sangat baik pagi ini, dan satu hal positif dari kualifikasi adalah kami berhasil menyimpan satu set ban Soft baru untuk balapan nanti. Kami menjadi satu-satunya tim di barisan depan yang memiliki keunggulan tersebut. Walaupun posisi 5 dan posisi 6 bukan target utama kami, balapan nanti akan menjadi balapan yang berbeda di mana strategi dan eksekusi pit stop memegang peranan jauh lebih besar. Kami optimistis dengan kecepatan balap kami,
jelas Fred Vasseur.
Red Bull Racing: Optimisme dari Ritme Balap
Di sisi lain, Red Bull Racing harus bekerja ekstra keras setelah mengalami kendala kecepatan satu putaran (one-lap speed). Kendati demikian, CEO & Team Principal Red Bull Racing, Laurent Mekies, tetap melihat peluang besar dari evaluasi ritme balap jangka panjang (race pace).
Kami berjuang keras sejak kemarin untuk mendapatkan kecepatan satu putaran dari mobil di trek ini. Namun, sesi Sprint menunjukkan bahwa kami berada dalam situasi yang jauh lebih baik saat mode balapan. Jarak kami lebih dekat dengan mobil-mobil di depan. Saya memperkirakan ada tujuh hingga delapan mobil yang akan bertarung sengit memperebutkan podium besok. Kami tahu menyalip di sini sangat sulit, tetapi kami siap memberikan perlawanan maksimal,
ungkap Laurent Mekies.
Persaingan strategi antara racikan ban baru Ferrari, efisiensi aero McLaren, dan track position Mercedes diprediksi akan menyajikan adu taktik yang ketat sepanjang balapan penentu di F1 Belanda 2026.
Baca Juga: Baju Balap Spesial Max Verstappen Dilelang Tembus Rp540 Jutaan
Hasil Kualifikasi F1 Belanda 2026
| Pos | No | Pembalap | Tim | Waktu |
| 1 | 1 | Lando Norris | McLaren | 1:11,163 detik |
| 2 | 63 | George Russell | Mercedes | 1:11,265 detik |
| 3 | 12 | Kimi Antonelli | Mercedes | 1:11,296 detik |
| 4 | 81 | Oscar Piastri | McLaren | 1:11,305 detik |
| 5 | 44 | Lewis Hamilton | Ferrari | 1:11,494 detik |
| 6 | 16 | Charles Leclerc | Ferrari | 1:11,558 detik |
| 7 | 3 | Max Verstappen | Red Bull Racing | 1:11,618 detik |
| 8 | 30 | Liam Lawson | Red Bull Racing | 1:11,733 detik |
| 9 | 5 | Gabriel Bortoleto | Audi | 1:12,079 detik |
| 10 | 41 | Arvid Lindblad | Racing Bulls | 1:12,185 detik |
| 11 | 10 | Pierre Gasly | Alpine | 1:12,616 detik |
| 12 | 22 | Yuki Tsunoda | Racing Bulls | 1:12,627 detik |
| 13 | 27 | Nico Hulkenberg | Audi | 1:12,797 detik |
| 14 | 43 | Franco Colapinto | Alpine | 1:12,800 detik |
| 15 | 31 | Esteban Ocon | Haas F1 Team | 1:13,137 detik |
| 16 | 23 | Alexander Albon | Williams | 1:13,182 detik |
| 17 | 55 | Carlos Sainz | Williams | 1:13,574 detik |
| 18 | 14 | Fernando Alonso | Aston Martin | 1:13,650 detik |
| 19 | 18 | Lance Stroll | Aston Martin | 1:13,818 detik |
| 20 | 87 | Oliver Bearman | Haas F1 Team | 1:13,826 detik |
| 21 | 77 | Valtteri Bottas | Cadillac | 1:14,371 detik |
| 22 | 11 | Sergio Perez | Cadillac | 1:14,600 detik |