Jakarata - Bosch menyediakan layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, menghadirkan pengalaman mobilitas serta penyeluruh di GIIAS 2017. Pada ajang ini perusahaan mempersembahkan solusi untuk saat ini dan masa depan di bidang mobilitas yang terkoneksi, terotomatisasi, dan terelektrifikasi, serta solusi layanan aftermarketnya.
"Bosch mendambakan lalu lintas yang bebas kecelakaan, bebas stres, serta sedapat mungkin bebas emisi. Visi tersebut memandu uapaya pengembangan kami dan inilah yang ingin kami tunjukan di ajang GIIAS 2017" Ujar Andrew Powel, Managing Director Bosch di Indonesia.
Bagi Bosch setiap kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas sangatlah disayangkan. Sebagai pemasok otomotif Bosch percaya bahwa salah satu sumbangsih paling mendasar yang dapat diciptakan industri otomotif adalah menghasilkan kendaraan lebih aman. Yang dilengkapi dengan sistem keamanan modern seperti Electronic Stability Program (ESP) yang juga dikenal sebagai Electronic Stability Control (ESC) dan diperlihatkan di stan Bosch di GIIAS melalui simulator.
Bosch menyempurnakan teknologi ABS dengan mengembangkan Electronic Stability Program (ESP) pertama di dunia. Dengan menggunakan sensor cerdas, ESP membandingkan 25 kali per detik apakah masukan setir pengemudi sesuai dengan arah kendaraan yang sebenarnya. Jika sistem mendeteksi ketidaksesuaian dan mengindetifikasi kendaraan cenderung menjadi tidak stabil, ESP melakukan intervensi dengan mengurangi torsi mesin untuk mengembalikan stabilitas. Jika diperlukan rem kesetiap roda akan diaktifkan, seandainya sistem merasa kendaraan masih dalam kondisi berbahaya.