Brrmm.. Brrmm.. Suryanation Motorland 2018 Seri 2 Menyapa Medan

Brrmm.. Brrmm.. Suryanation Motorland 2018 Seri 2 Menyapa Medan Rio Fajar

KabarOto.com – Memasuki 2018, Suryanation Motorland Battle, festival custom culture Tanah Air kini menyapa Medan. Setelah seri sebelumnya berlangsung di Palembang, seri kedua ini adalah rangkaian dari 7 kota yang akan didatangi.

“Tahun ini kita hadir dengan tema baru yakni Live to Inspire. Sebab kami berharap, acara ini bisa berbagi inspirasi untuk builder Tanah Air. Terlebih, khusus di kota Medan dan sekitarnya, kualitas dan hasil karyanya sudah bisa bersaing dengan kota lain di pulau Jawa,” terang Hendyanto, Suryanation Motorland Committee.

Baca Juga: Modif Honda PCX Hybrid? Boleh Saja, Asal...

Kelas yang kali ini paling banyak peminatnya. Bisa jadi acuan buat yang baru ingin bangun motor modif

Acara utamanya tentu Custom Bike Contest. Kontes modifikasi motor custom ini punya 3 kelas dan 12 kategori yaitu Chopper/Bobber, Scrambler/Tracker, Café Racer, Street Cub/Choppy Cub, Sport, FFA yang masing-masing terbagi kelas di bawah 250 cc dan di atas 250 cc, juga ada Special Class yakni Free For All, Classic Scooter, Matic Custom, Classic Bike dan Collaboration Concept.

Serunya, pemenang Best of The Best dari tiap kota akan bertanding ulang nanti di seri final yang akan berlansung di Surabaya, dan hadiah yang paling menarik adalah seorang King dari Best of The Best, tentu berikut motornya akan dikirim untuk mengikuti kontes custom besar di luar negeri.

“Kita belum bisa menyebutkan di negara mana, tapi yang pasti pemenangnya akan kita kirim ke Eropa,” jelas Hendy lagi.

Pemenang seri Final di Surabaya nanti bakal dikirim ke kontes di Eropa

Juri yang akan menentukan pemenangnya ada 3 yakni Indra ‘Bluesman’ Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works Bandung), Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta) dan Biom Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta).

“Kita melihat di 2018 ini bakal menarik karena telah membangkitkan gairah anak muda, sekaligus meningkatkan kualitas hasil modifikasinya. Terlebih, di 2018 ini kelas yang lagi ramai adalah kategori Scrambler Tracker,” papar Bimo.

Menyambung obrolan, juri lain tentu beda lagi yang dilihat. “Saya lebih melihat finishing akhirnya dan motor yang dibawa harus karya original builder itu sendiri dan punya inovasi tersendiri,” sambung Lulut kali ini.

Hasilnya adalah, sebuah motor Honda CB100 hasil karya Saibun dari bengkel AFTO Motor, berhasil jadi Best of The Best Medan. Langsung turun di kelas Special Free for All, motor ini berhasil menarik perhatian juri berkat detailing warna glitter dan konsep yang ditawarkan, sehingga mengungguli kompetitornya.

Selamat…

Saibun, peserta nomor 12 dengan motor Honda CB100 berhasil jadi Best of The Best Medan