KabarOto.com - General Motors (GM) lewat merek Buick kembali memperkuat lini kendaraan elektrifikasinya di Tiongkok. Salah satu model terbaru yang disiapkan adalah Buick Electra GS, sedan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang dikembangkan melalui kerja sama dengan SAIC.
Mobil ini muncul dalam dokumen homologasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok pada awal November 2026.
Pengembangan Buick Electra GS dilakukan oleh SAIC-GM, perusahaan patungan antara General Motors dan SAIC. Model ini menjadi bagian dari pengembangan produk elektrifikasi Buick untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif Tiongkok yang semakin kompetitif.
Desain Buick Electra GS Bergaya Sedan Fastback
Berdasarkan dokumen MIIT, Buick Electra GS memiliki dimensi panjang 4.979 mm, lebar 1.914 mm, dan tinggi sekitar 1.492 hingga 1.496 mm, bergantung pada konfigurasi. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.865 mm.
Dari sisi desain, sedan ini mengusung siluet fastback dengan garis atap melandai ke bagian belakang. Tampilan depannya menggunakan desain tertutup dengan lubang udara berbentuk trapesium berukuran besar di bagian bumper.

Lampu depan memiliki desain menyerupai huruf U, sedangkan bagian belakang menggunakan lampu yang memanjang. Buick juga menyematkan spoiler ducktail untuk memberikan kesan lebih sporty.
Detail lainnya mencakup gagang pintu semi-tersembunyi dan pilihan pelek berukuran 18 inci atau 19 inci. Untuk ukuran ban, tersedia konfigurasi 225/50 R18 dan 235/45 R19.
Buick Electra GS juga dapat dilengkapi sensor LiDAR yang dipasang di atap sebagai pilihan.
Baca Juga: iCar V25 EREV Meluncur 19 November, Jarak Tempuh 1.240 Km Harga Mulai Rp300 Jutaan
Spesifikasi Mesin Buick Electra GS
Sektor penggerak menjadi salah satu bagian menarik dari Buick Electra GS. Sedan PHEV ini tercatat memiliki dua pilihan mesin bensin berkapasitas 1.498 cc, yang masing-masing dipadukan dengan motor listrik.
Varian pertama menggunakan mesin 1.500 cc naturally aspirated berkode 15FMC. Mesin buatan SAIC tersebut memiliki tenaga maksimum 72 kW atau sekitar 97 dk.
Sementara varian lainnya menggunakan mesin turbo 1.500 cc berkode LD3 dengan tenaga maksimum 115 kW atau sekitar 154 dk.

Kedua konfigurasi tersebut menggunakan motor listrik dengan tenaga puncak 165 kW atau sekitar 221 dk. Berdasarkan dokumen homologasi, kecepatan maksimum Buick Electra GS mencapai 190 kpj.
Meski demikian, GM belum mengungkapkan tenaga gabungan sistem hybrid. Karena itu, tenaga mesin bensin dan motor listrik tidak dapat langsung dijumlahkan untuk menentukan output total kendaraan.
Menggunakan Baterai LFP dari Dua Pemasok
Untuk menyimpan energi listrik, Buick Electra GS menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP). Dokumen homologasi mencatat dua pemasok sel baterai, yakni Zenergy dan Rept Battero.
Menariknya, seluruh paket baterai untuk model yang didaftarkan diproduksi oleh anak perusahaan SAIC-GM. Artinya, pengembangan sistem elektrifikasi mobil ini juga melibatkan rantai pasok dan fasilitas produksi dari perusahaan patungan tersebut.
Baca Juga: Denza N9 EV Pakai 3 Motor Listrik Performa TInggi, Tenaganya Buas 1.194 Dk
Namun, kapasitas baterai belum diumumkan. Begitu juga dengan jarak tempuh menggunakan tenaga listrik murni, konsumsi bahan bakar, dan jarak tempuh kombinasi.
Informasi tersebut masih perlu menunggu pengumuman resmi dari Buick.
Harga Buick Electra GS
Untuk harga, Buick Electra GS diperkirakan akan dipasarkan mulai lebih dari 100.000 yuan di Tiongkok atau setara sekitar Rp270 jutaan. Angka tersebut masih berupa perkiraan dan bukan harga resmi.
Hingga saat ini, Buick belum mengumumkan jadwal peluncuran, harga final, maupun spesifikasi lengkap Electra GS.