Dokter yang Gemar Tunggangi Ninja 250

Abdi Kurniawan
Abdi Kurniawan 26 Nov 2015 - 08:36
Dokter yang Gemar Tunggangi Ninja 250
Bergaul di club membuat ia punya banyak teman dan menambah keluarga. Selain itu jalinan silaturahmi sesama bikers pun tetap terjaga. (Foto: Dok NFC)

Profesinya sebagai dokter tidak menghalanginya untuk menjalankan hobi menunggangi kuda besi, Ninja 250. Bergaul di club membuat ia punya banyak teman dan menambah keluarga. Selain itu jalinan silaturahmi sesama bikers pun tetap terjaga.

Membantu sesama dalam kegiatan bakti sosial menjadi hal yang paling utama bersama teman-temannya di Ninja Fans Club Bandung. Touring kerap ia lakukan juga bersama teman-teman di clubnya. Ingin tahu bagaimana kegiatan dokter ini bersama motor besarnya?

Dr.H.Ius yuziana, OH.Med, MM.Kes lahir di Bandung 25 Juli 1977. Motor pertamanya adalah Suzuki GSXR-750. Saat ini dr. Ius menggunakan Kawasaki Ninja 250 karena dinilai motor ini memiliki tarikan yang bagus dan mudah dalam perawatannya.

"Saya memilih Ninja 250 karena tarikannya bagus, lincah mudah merawatnya dan mudah juga untuk memidifikasinya," papar pria yang bekerja sebagai dokter di PT. Indonesia Power ubp Kamojang ini.

Dia juga mengatakan jika ke depan akan menambah motor dengan cc yang lebih besar lagi. Insya Allah kalau ada rezekinya mau koleksi lagi yang CC nya besar," paparnya.

Seperti halnya penunggang motor besar, pria yang gemar olahraga futsal dan bulutangkis. Ia juga kerap melakukan perjalanan touring bersama teman-temannya. Namun karena rutinitas pekerjaan membuat ia hanya baru menempuh perjalanan seputar Jawa Barat saja.

Kalau touring saya masih jalan di wilayah Jabar disesuaikan dengan waktu santai diluar pekerjaan, dan dilaksanakan dengan penuh keakraban, kekompakan dan jiwa bikers," tambahnya.

Dr. Ius juga sangat senang membantu masyarakat yang kurang mampu. Ia bersama NFC Bandung rutin mengadakan bakti sosial dengan mengadakan berbagai kegiatan mulai dari pengobatan gratis sampai khitanan.

"Alhamdulillah saya dengan klub NFC saling mendukung kegiatan baksos karena kami semua senang berbagi dan peduli serta menolong masyarakat tidak mampu dalam hal pengobatan massal, khitanan massal, penyuluhan kesehatan," paparnya.

Selain itu kegiatan yang dijalankannya juga membantu pemerintah dalam program meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama masyarakat di pelosok yang tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan.

"Oleh karena itu setiap kami melaksanakan touring pasti ada baksosnya diantaranya pengobatan massal, khitanan massal dan sembako gratis. Itu sudah menjadi program club kami," katanya.

Baca Juga: