KabarOto.com - Pabrikan supercar asal Italia, Ferrari, secara resmi mengumumkan penarikan kembali atau recall model terbarunya, 12Cilindri. Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi pada kaca jendela yang dapat memengaruhi visibilitas pengemudi.
Berdasarkan laporan dari dokumen keselamatan di Amerika Serikat, masalah utama terletak pada kaca jendela samping dan kaca belakang. Komponen yang dipasok oleh Saint-Gobain Sekurit Italia tersebut memiliki tingkat transmisi cahaya terlalu rendah, atau dengan kata lain terlalu gelap.
Baca Juga: Podium Perdana Lewis Hamilton bagi Ferrari, Fred Vasseur Puji Mentalitas Juara di Shanghai

Sesuai dengan standar keselamatan Federal Motor Vehicle Safety Standard 205, kaca kendaraan harus memiliki transmisi cahaya minimal 70 persen. Jika di bawah angka tersebut, visibilitas pengemudi dianggap terganggu dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat berkendara di kondisi minim cahaya atau malam hari.
Penarikan ini berdampak pada unit Ferrari 12Cilindri model 2025 dan 2026 yang diproduksi antara 4 Oktober 2024 hingga 24 November 2025. Ferrari mengidentifikasi bahwa akar masalahnya adalah kesalahan konfigurasi pada spesifikasi teknis kendaraan untuk pasar Amerika Serikat.
Masalah ini pertama kali terdeteksi dalam inspeksi pra-pengiriman (pre-delivery inspection) pada salah satu unit model 2026 di awal Maret tahun ini. Setelah dilakukan investigasi internal, markas besar Ferrari di Maranello mengonfirmasi ketidakpatuhan tersebut pada 11 Maret 2026.
Ferrari bergerak cepat dengan menginstruksikan jaringan diler resmi untuk mengganti kedua kaca jendela samping dan kaca belakang secara cuma-cuma bagi pemilik kendaraan yang terdampak. Pemberitahuan resmi kepada pelanggan dijadwalkan akan dikirimkan paling lambat pada 15 Mei 2026.
Baca Juga: Ferrari Siap Incar Podium di Sprint Race F1 Shanghai 2026

Sebagai informasi, Ferrari 12Cilindri merupakan suksesor dari seri 812 yang dibekali mesin legendaris V12 berkapasitas 6.500 cc naturally aspirated.
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga buas dan berputar hingga 9.500 rpm. Di pasar Amerika Serikat, mobil ini dipasarkan dengan harga mulai dari US$ 465.994 atau sekitar Rp 7,3 miliar (sebelum pajak).
Pihak pabrikan juga memastikan bahwa proses produksi unit baru di pabrik saat ini telah dikoreksi agar sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.