Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Fisichella Kusuma Wardani Menang Dua Podium AHDC 2026, Strategi Jitu Ritme Balap Jadi Kunci

Pradia Eggi
Pradia Eggi
Senin, 25 Mei 2026
Fisichella Kusuma Wardani Menang Dua Podium AHDC 2026, Strategi Jitu Ritme Balap Jadi Kunci

Fisichella Kusuma Wardani, pembalap wanita berprestasi di Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 Tasikmalaya. (Foto: KabarOto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Fisichella Kusuma Wardani yang akrab dipanggil Fisichella KW tampil sebagai pembalap wanita yang paling menonjol dalam gelaran Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 Tasikmalaya.

Tak hanya menunjukkan kecepatan, ia juga membuktikan konsistensi dengan menyabet dua podium sekaligus dari kelas berbeda yakni P1 Matic Standar 130 cc Wanita dan P2 Matic Standar 130 cc Pemula.

Alhamdulillah dapat juara 1 dan 2, di matic woman sama matic pemula umum 130 cc,

ujarnya saat dijumpai KabarOto saat AHDC 2026, Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026.

Perjalanan menuju kemenangan tidak berlangsung instan. Ia sempat memulai balapan dari posisi yang kurang ideal, namun secara perlahan mampu memperbaiki posisi hingga finis terdepan.

Start di posisi empat, kemudian merangkak ke posisi dua, dan memimpin di posisi satu.

Kunci Suksesnya Bukan Nekat, Tapi Jaga Ritme

Di balik performanya, Fisichella KW mengungkapkan bahwa strategi utamanya bukanlah tampil agresif sejak awal, melainkan menjaga kestabilan performa.

Baca Juga: AHDC 2026 Tancap Gas, Ini Pemenang yang Berhasil Raih Podium Lebih dari Satu Kali

Fisichella Kusuma Wardhani (kiri) saat finis di posisi kedua kelas Matic Standar 130 cc Pemula.

Strategi ini menjadi sangat penting mengingat ia harus menjalani dua balapan secara beruntun tanpa jeda. Kondisi tersebut menuntut manajemen tenaga dan emosi yang matang.

Saya selalu jaga ritme, jaga performa badan sama motor. Soalnya kita nggak tahu motor bakal trouble atau awet. Ini kan berturut-turut, abis main langsung main lagi. Jadi gimana caranya jaga ritme aja, main tenang,

terangnya kepada KabarOto.

Bahkan saat menghadapi duel di lintasan, ia memilih pendekatan yang lebih bijak ketimbang memaksakan diri.

Optimis, tapi kalau saya maksa terus terus jatuh, yaudah. Daripada dua-duanya hangus, mending jaga ritme,

katanya.

Menariknya, keputusan tersebut juga dipengaruhi faktor tim. Saat melihat posisi tiga besar diisi oleh rekan satu tim, ia memilih mengamankan hasil kolektif.

Kita bertiga sudah 1,2,3, kan bawa nama tim,

jelasnya.

Bisa Menang Tanpa Persiapan Maksimal

Kesuksesan Fisichella semakin terasa spesial karena ia datang tanpa persiapan ideal. Minimnya waktu latihan membuatnya harus langsung beradaptasi saat kualifikasi. Meski begitu, hasilnya justru di luar ekspektasi.

Kendala kemarin nggak ada setting, nggak ada latihan. Jadi saya cuma bisa memanfaatkan kualifikasi, saya juga nggak ekspek bisa start pertama, alhamdulillah,

terangnya.

Sirkuit Bukit Peusar Dinilai Sulit Hingga Jadwal Padat

Tantangan lain datang dari karakter sirkuit yang dinilainya cukup teknis dan menguras tenaga. Tak hanya itu, jadwal balapan yang padat di kelas matic juga menjadi kendala serius. Ia harus menggunakan motor yang sama secara beruntun, tanpa recovery optimal.

Ini sirkuit tingkat kesulitan tinggi kedua setelah Sentul. Naik turun, kayak roller coaster, abis motor dipake, dipake lagi. Motor ngepur, badan juga ngepur. Jadi berasa 16 lap,

ungkapnya.
Fisichella Kusuma Wardani satu-satunya wanita yang bertanding di kelas Matic Standar 130 cc Pemula.

Teknis Motor Kencang Saja Tidak Cukup

Selain faktor strategi dan fisik, Fisichella juga menekankan pentingnya setup motor yang tepat. Di era sekarang, pengaturan sudah banyak bergeser ke sistem injeksi. Menurutnya, handling tetap menjadi faktor krusial yang menentukan performa di lintasan.

Sekarang lebih banyak di mapping ECU. Tapi yang paling penting kaki-kakinya harus enak, mau sekencang apapun motor, kalau kaki-kakinya juga nggak enak, nggak akan bisa,

tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pembalap memiliki karakter berbeda, sehingga setting motor tidak bisa disamaratakan.

Di balik pencapaiannya, Fisichella tetap menatap ke depan. Ia berharap ajang seperti AHDC bisa terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan pembalap muda. Ia juga berharap adanya sistem poin agar kompetisi menjadi lebih menarik dan kompetitif.

Baca Juga: AHDC 2026 Tasikmalaya Berakhir Penuh Kejutan, Ini Dia Para Juara dari Semua Kelas

Dengan kombinasi konsistensi, kecerdasan strategi, serta ketangguhan menghadapi tekanan, Fisichella Kusuma Wardani tak hanya mencuri perhatian di lintasan, tetapi juga menunjukkan dirinya sebagai salah satu talenta kuat masa depan balap motor Indonesia.

Tags:

#AHDC 2026 Tasikmalaya #AHDC #Fisichella Kusuma Wardhani
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Pradia Eggi

Memulai karir sebagai tim Creative Research and Development di salah satu stasiun televisi swasta, memiliki ketertarikan terhadap visual dan musik. Lalu berperan sebagai Redaktur Pelaksana di sebuah media kawasan dan saat ini berperan aktif sebagai editor KabarOto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan