George Russell Diganjar Penalti di F1 Singapura, Start dari Urutan ke-21

Minggu, 11 Oktober 2026
George Russell Diganjar Penalti di F1 Singapura, Start dari Urutan ke-21

George Russell. (Foto: Crash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - George Russell harus memulai F1 Singapura 2026 dari posisi ke-21 setelah menerima penalti 40 posisi grid akibat pergantian komponen mesin Mercedes W17.

Meski terdengar besar, hukuman tersebut bukan berarti Russell benar-benar mundur 40 tempat. Jumlah penalti itu merupakan akumulasi dari empat komponen unit daya yang digunakan di luar alokasi musim.

Berdasarkan keputusan FIA, Mercedes memasang mesin pembakaran internal (ICE) kelima, turbocharger kelima, set knalpot kelima, dan MGU-K keempat pada mobil Russell. Masing-masing komponen tersebut memicu penalti 10 posisi sehingga total hukumannya mencapai 40 posisi grid.

Namun, karena jumlah pembalap yang mengikuti F1 Singapura hanya 22 orang, penalti tersebut tidak bisa diterapkan sebagai penurunan 40 tempat secara harfiah.

Russell sebelumnya mencatatkan waktu tercepat keenam pada sesi kualifikasi. Setelah penalti diberlakukan, ia ditempatkan di posisi ke-21 pada daftar start resmi, tepat di depan Isack Hadjar yang berada di urutan ke-22.

Mengapa George Russell Mendapat Penalti Mesin?

Hukuman tersebut berkaitan dengan kerusakan unit daya yang dialami Russell pada F1 Bahrain di Malaysia pekan sebelumnya. Pembalap Mercedes itu terpaksa mengakhiri balapan ketika sedang berada di posisi ketiga, sehingga kehilangan kesempatan meraih poin penting.

Kerusakan tersebut membuat Mercedes harus menggunakan komponen baru yang melampaui batas alokasi yang diizinkan untuk musim ini. FIA kemudian mengonfirmasi penalti melalui dokumen resmi F1 Singapura.

Baca Juga: Berita F1: Max Verstappen Pole Position di F1 Singapura 2026

Russell mengakui bahwa ia sebenarnya sudah memperkirakan akan menerima hukuman mesin tambahan. Rencana awal Mercedes adalah melakukan pergantian komponen di F1 Amerika Serikat, Austin. Namun, kerusakan yang terjadi membuat tim harus mengambil keputusan lebih cepat.

Saya tahu saya akan mendapat penalti. Rencananya memang selalu di Austin, dan jelas Singapura adalah trek tersulit kedua untuk menyalip di kalender balap. Jadi Anda tidak akan pernah memilih untuk melakukannya di sini,

kata Russell kepada wartawan di Singapura.

Russell Masih Berpotensi Kena Penalti Lagi

Masalah Mercedes belum tentu selesai setelah pergantian komponen di Singapura. Russell mengungkapkan bahwa ia masih berpotensi menerima penalti mesin tambahan karena musim 2026 masih menyisakan tujuh balapan saat ia berbicara kepada media.

Anda hanya mendapatkan batasan empat mesin per musim, jadi enam balapan untuk setiap mesin, dan kita masih punya tujuh balapan lagi hingga akhir. Jadi saya akan menerima penalti lagi. Situasinya cukup berat saat ini,

ujar Russell.

Mercedes harus mempertimbangkan dua pilihan, menggunakan mesin yang sudah tersedia dengan risiko penurunan performa akibat degradasi, atau memasang komponen baru dan menerima konsekuensi penalti grid.

Russell menjelaskan bahwa berbagai kerusakan membuat tim tidak memiliki cukup mesin lama yang bisa digunakan kembali. Karena itu, pergantian komponen menjadi langkah yang harus diambil meskipun F1 Singapura dikenal sulit untuk menyalip.

Baca Juga: Jadwal F1 Singapura 2026, Sprint Race Sabtu dan Balapan Utama Minggu Malam

Mercedes Bandingkan Dua Spesifikasi W17

Di luar persoalan mesin, Mercedes juga memanfaatkan akhir pekan F1 Singapura untuk mengevaluasi paket pembaruan W17 yang diperkenalkan di Malaysia.

Russell menggunakan spesifikasi aerodinamika lama, sedangkan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, memakai mobil dengan pembaruan terbaru.

Perbedaan konfigurasi ini menjadi bagian dari pengujian langsung untuk mengetahui efektivitas pengembangan yang telah dilakukan tim.

Menjelang F1 Singapura, Russell tertinggal 84 poin dari Antonelli dalam klasemen kejuaraan pembalap. Dengan harus memulai balapan dari urutan ke-21, Russell menghadapi tantangan besar untuk mengejar poin dari rekan setimnya.

Meski begitu, penalti mesin tidak otomatis mengakhiri peluang Russell meraih poin. Ia tetap bisa memperbaiki posisi sepanjang balapan, meskipun peluang tersebut akan sangat bergantung pada kecepatan mobil, strategi pit stop, kondisi lintasan, dan situasi balapan.

Tags:

#George Russell #F1 Singapura 2026 #Formula 1 2026
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Pradia Eggi

Memulai karir sebagai tim Creative Research and Development di salah satu stasiun televisi swasta, memiliki ketertarikan terhadap visual dan musik. Lalu berperan sebagai Redaktur Pelaksana di sebuah media kawasan dan saat ini berperan aktif sebagai editor KabarOto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan