Geser Tesla, BYD Jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar

Bimo Hariyadi
Bimo Hariyadi
Senin, 05 Januari 2026
Geser Tesla, BYD Jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar

BYD jadi merek mobil listrik terlaris

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - BYD merebut posisi puncak sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia, mengakhiri dominasi Tesla yang telah bertahan hampir satu dekade di pasar g

Baca Juga: BYD Sealion 06 Dibekali Baterai Baru, Mampu Tempuh 710 Kilometer

lobal. Pergeseran peta persaingan ini terjadi seiring melemahnya kinerja pengiriman Tesla sepanjang 2025, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Produsen kendaraan listrik besutan Elon Musk tersebut mencatat penurunan distribusi sekitar 8,6 persen sepanjang 2025, melanjutkan tren negatif yang sudah berlangsung selama dua tahun berturut-turut.

BYD Sealion 7

Pada periode Oktober hingga Desember 2025 saja, Tesla membukukan pengiriman sebanyak 418.227 unit, turun 15,6 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi analis. Secara total, pengiriman tahunan Tesla mencapai sekitar 1,64 juta unit.

Sebaliknya, BYD menunjukkan performa yang jauh lebih solid. Pabrikan asal Tiongkok ini mencatatkan pengiriman hampir 2,26 juta unit kendaraan listrik sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi momen penting, karena untuk pertama kalinya unggul secara tahunan dari Tesla dalam penjualan mobil listrik global.

Ekspansi agresif ke pasar internasional menjadi salah satu kunci keberhasilan BYD. Sepanjang 2025, penjualan di luar pasar domestik Tiongkok mencapai sekitar 1 juta unit, melonjak sekitar 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk 2026, BYD bahkan menargetkan distribusi hingga 1,6 juta unit di luar Tiongkok, meski belum merinci target penjualan global secara keseluruhan.

Eropa menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan signifikan bagi BYD. Selama 11 bulan pertama 2025, BYD tercatat mendaftarkan lebih banyak kendaraan dibanding Tesla di Jerman dan Inggris, dua pasar mobil listrik terbesar di kawasan tersebut. Pencapaian ini memperkuat posisi BYD sebagai pemain utama di pasar global kendaraan listrik.

Sementara itu, tekanan terhadap Tesla semakin meningkat akibat persaingan ketat dari pabrikan Tiongkok dan Eropa, termasuk BYD, Volkswagen, dan BMW. Di sebagian besar negara Eropa, pencatatan kendaraan Tesla menurun sepanjang Desember 2025, meski penjualan di Norwegia justru melonjak dan mencetak rekor.

Untuk menahan laju penurunan, Tesla meluncurkan varian Standard dari Model Y dan Model 3 pada Oktober 2025. Varian ini dipasarkan dengan harga sekitar 5.000 dolar AS lebih murah dibandingkan model dasar sebelumnya, menyasar konsumen yang semakin sensitif terhadap harga, terutama setelah berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran investor. Sebagian pelaku pasar menilai strategi Tesla kurang agresif dan belum menghadirkan produk baru yang benar-benar menyasar segmen massal.

Baca Juga: Pengisian Baterai Super Cepat BYD, 4 Menit Dapat 400 Kilometer

Di tengah tekanan pada bisnis otomotif inti, perhatian investor kini justru tertuju pada arah strategis Tesla di bawah kepemimpinan Elon Musk, yang semakin memprioritaskan pengembangan kecerdasan buatan, layanan robotaxi, serta robot humanoid.

Tags:

#BYD Seal 07 EV #BYD T35 #BYD Atto 2 Hybrid

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan