Google Doodle Rayakan 1 Abad Lampu Lalu Lintas

Alif Sowandono
Alif Sowandono 06 Aug 2015 - 12:17
Google Doodle Rayakan 1 Abad Lampu Lalu Lintas
google doodle saat perayaan 1 abad lampu lalin (foto: google)

Bila Kemarin pada 05/06 Anda membuka aplikasi web browser dan memasuki laman mesin pencari Google, Anda akan melihat gambar gerak yang menarik dengan tema lampu lalu lintas. Bila Anda belum mengetahui apa maksud gambar tersebut, Google akan memberikan informasi kepada Anda saat meng-klik gambar tersebut dengan laman yang berisi tentang sejarah lampu sinyal lalu lintas.

Ya, tepat pada tanggal 5 Agustus 2015 adalah perayaan 100 tahun dari penggunaan lampu lalu lintas elektrik modern pertama di dunia - tepatnya pada tanggal 5 Agustus 1914 di persimpangan jalan East 105th dan Euclid Avenue di kota Cleveland, negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Menurut Wikipedia, Lampu lalu lintas elektrik pertama dikembangkan pada tahun 1912 oleh Lester Wire, seorang polisi dari Salt Lake City, Utah yang menggunakan susunan lampu berwarna merah dan hijau. Kemudian 2 tahun setelahnya, sistem sinyal lalu lintas ini dibangun oleh perusahaan American Traffic Signal Company di Ohio yang dibuat berdasarkan desain dari James Hoge dengan dua warna merah dan hijau serta tambahan semacam bel atau sirine untuk memberikan peringatan tentang perubahan warna lampu. Pemasangan lampu tersebut pun memberikan kemudahan bagi polisi untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan hingga sekarang.

lampu lalin (foto:telegraph.co.uk)

Seni menggunakan lampu lalu lintas (foto:telegraph.co.uk)

Sejarah lampu sinyal lalu lintas bermula pada tanggal 9 Desember 1896 di London, Inggris untuk mengatur arus lalu lintas dari Bridge Street, Great George Street dan Parliament Street. Lampu yang dioperasikan menggunakan gas tersebut pertama kali dipromosikan oleh insinyur kereta api, J.P. Knight berdasarkan lampu sinyal kereta api yang dibuat oleh insinyur sinyal kereta api di perusahaan Saxby & Farmer. Sinyal lampu tersebut memiliki 'lengan' semaphore dengan lampu gas berwarna merah dan hijau untuk penggunaan saat malam hari dan dioperasikan oleh petugas polisi. Lampu tersebut tak berusia lama karena sering meledak yang disebabkan oleh kebocoran saluran gas lampu hingga melukai bahkan menewaskan orang yang lewat dan petugas polisi yang mengoperasikan lampu tersebut. Kemudian penggunaan lampu tersebut sempat dilarang dan pengembangannya pun terhenti hingga memasuki abad 20.

Di abad ke 20, pengembangan sinyal lampu lalu lintas yang semula menggunakan 2 tanda warna merah-hijau kini berubah menjadi 3 warna merah-kuning-hijau seperti yang kita kenal sekarang ini. Lampu tersebut dikembangkan oleh polisi asal Detroit, William Potts yang kembali menggunakan sinyal kereta api sebagai acuan. Lampu karya William Potts kemudian dipasang pertama kalinya di Woodward Avenue dan Michigan Avenues pada tahun 1920. Setelahnya banyak berbagai inovasi tentang sinyal lalu lintas ini, mulai dari deteksi suara klakson kendaraan, perubahan desain untuk jenis jalan tertentu, hingga yang paling terbaru adalah teknologi dengan penghitung waktu dan penggunaan LED sebagai pengganti bohlam pijar.

Baca juga: