Hemat Listrik, Pemkot Surabaya Gunakan Traffic Light Berteknologi Solar Cell

Hemat Listrik, Pemkot Surabaya Gunakan Traffic Light Berteknologi Solar Cell Ilustrasi TL menggunakan solar cell (ist)

KabarOto.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, saat ini telah menggunakan teknologi solar cell atau pembangkit listrik tenaga matahari yang diaplikasikan ke sejumlah titik Traffic Light (TL), penerangan jalan umum, hingga Terminal Purbaya.

Selain bertujuan untuk meminimalisir saat gangguan listrik padam, teknologi ini juga bermanfaat pada penghematan anggaran yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pengunaan solar cell di lingkungan Pemkot Surabaya dimulai pada tahun 2016.

Baca Juga: Kurangi Kepadatan, Titik Awal Contraflow Tol Dalam Kota Dipindah

Awalnya saat itu terjadi peristiwa angin puting beliung yang menerjang di sejumlah kawasan Kota Surabaya. Imbasnya, sejumlah kantor instansi pemerintahan tidak bisa melayani karena aliran listrik terganggu akibat puting beliung tersebut.

Traffic light yang sudah menggunakan solar cell di persimpangan Raya Damo

"Selain itu, sejumlah ruas jalan juga mengalami kemacetan lalu lintas, akibat dari lampu traffic light yang tidak berfungsi dengan baik, karena aliran listrik terganggu," kata Risma dalam keterangan resminya.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma kemudian memutuskan untuk menggunakan teknologi solar cell tersebut secara bertahap. "Kemudian kita pasang (solar cell), sekarang ada 100 titik, dan kita sudah pasang hampir 70%," jelasnya.

Baca Juga: Ada 9 Ruas Tol Baru Yang Siap Beroperasi Hingga Akhir Tahun 2019

Menariknya, selain menjamin operasional traffic light dan lampu penerangan jalan, ternyata teknologi solar cell ini lebih hemat dalam biaya penggunaan sumber daya listrik. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengungkapkan, dahulu Pemkot Surabaya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 juta per bulan untuk satu titik traffic light.

Solar cell di Terminal Purbaya

"Biaya itu digunakan untuk daya serta instalasi listrik. Namun sekarang, pemkot hanya mengeluarkan biaya untuk sewa meteran sekitar Rp 90 ribu. Sebab, semua itu memang harus ada redundant nya (back up) tidak bisa hanya mengandalkan satu," ujar Risma.

Dalam kondisi panas, solar cell bisa menyimpan tenaga dengan baik. Sehingga, jika sewaktu-waktu digunakan, maka TL akan terus hidup dan kemacetan tidak akan terjadi. Satu unit solar cell bisa digunakan bertahun-tahun, namun untuk perawatannya akan dilakukan setiap dua tahun sekali dengan penggantian baterai.