KabarOto.com - Imbas harga bahan pokok, Bahan Bakar Minyak (BBM), serta komponen suku cadang yang mengalami kenaikan harga membuat pengusaha angkutan massal terutama bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berencana menaikan harga tiket.
Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan bahwa saat ini dengan harga komponen penunjang operasional kendaraan seperti pelumas dan ban berpotensi mendorong penyesuaian harga tiket bus.
Baca juga: Peran Penting Lube Truk di Area Pertambangan
Sekarang harga pelumas dan harga ban aja sudah naik, tapi kami sekarang masih tertolong harga suku cadang yang belom naik karena dari distributor kami masih tersedia stoknya,
kata Sani, saat ditemui KabarOto di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Rencana Penyesuaian Harga Tiket Bus
Menurut Sani, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan para anggota IPOMI lainnya dan sudah membahas rencana kedepan terkait penyesuaian harga tiket untuk bus AKAP.
Jadi sebelum harga BBM naik kami akan menyesuaikan harga tiket untuk bus AKAP. Karena kita juga melihat di beberapa ruas tol itu harganya sudah naik, lalu biaya perbaikan atau servis kita juga naik karena ada beberapa suku cadang impor harganya sudah mengalami penyesuaian,
ujarnya.
Baca juga:
Bus AKAP Semakin Nyaman, 10 Bus Ini Bisa Jadi Pilihan Berlibur ke Bali
Lebih lanjut Sani mengungkapkan bahwa yang dilakukan para pengusaha bus dengan naiknya harga pelumas dan ban saat ini, mereka menyesuaikan armada yang beroperasi di lapangan.
Misal untuk satu rute biasanya ada 15 unit, sekarang ini dikurangi menjadi 12 unit, hal tersebut untuk menekan biaya operasional dan perawatan armada sebelum adanya penyesuaian harga,
ungkapnya.