Ini Penuturan Odank, Si Juri Kontes Modifikasi

Abdi Kurniawan
Abdi Kurniawan 15 Sep 2015 - 11:12
Ini Penuturan Odank, Si Juri Kontes Modifikasi
Bro Odank sedang menilai diantara Kawasaki Ninja dalam ajang kontes modifikasi (Foto: KabarOto/Bimo Hariyadi)

Pria yang satu ini memperhatikan detail gaya atau tema airbrush yang dimodifikasi di motor Ninja. Sesekali ia pun memainkan rem dan gas serta menggoyangkan stang Ninja yang ikut kontes tersebut. Dari sekian banyak Ninja yang ikut di modifikasi tersebut pemenangnya ditentukan oleh Bro Odank, si penentu kontes modifikasi. Ia adalah juri modifikasi.

Kawasaki Ninja berjejer rapi sejajar. Dari sekian banyak pengunjung di Grand Cakung yang melihat puluhan motor yang ikut serta dalam kontes modifikasi, perhatian kabaroto tertuju pada seorang pria paruh baya yang menggunakan kaos hitam dengan celana jins biru. Dia berada di dalam area kontes. Dengan setumpuk kertas ditangan kiri dan pulpen ditangan kanannya ia nampak khusuk memperhatikan satu persatu motor-motor yang terlihat rapi dan cantik. Sesekali ia menaiki motor itu sambil mencoba setiap detail yang ada.

Ya, dia adalah Abdul Malik seorang juri kontes modifkasi motor yang diselenggarakan di Grand Cakung oleh komunitas Kawasaki Badwolves Club (KBC). Sangat sulit baginya untuk menentukan motor mana yang layak sebagai juara, karena hampir semua motor yang ikut kontes memiliki nilai seni yang cukup tinggi.

Namun ia dan juri lainnya memiliki standar penilaian yang harus dipatuhi.

“Penilaiannya berdasarkan pada warna, gambar, tingkat kesulitan, kebersihan, kerapihan cat dan konsep,” terang pria yang biasa disapa Bro Odank ini.

Ia mengakui, saat menjadi juri harus netral, selain itu harus melihat secara detail motor-motor yang ikut kontes.

“Saya lihat dengan detail satu persatu motor-motor itu,” terang pria yang sejak tahun 2000 menjadi juri ini.


Awal Odank menjadi juri dimulai saat beberapa bengkelnya ikut kontes modifikasi diberbagai daerah. Disana motor-motor karya bengkelnya selalu menang kontes. Saat itupula ia diminta untuk mejadi juri dan motor-motor karyanya tidak boleh ikut kontes oleh panitia penyelenggara manapun.

“Karya saya ga pernah boleh ikutan kontes, karena kalo ikut pasti menang,” jelasnya sambil tertawa.

Ia juga mengaku jika ia selalu menjadi juri dimanapun kontes berada.

“Selain di pulau Jawa saya juga beberapa kali diminta menjadi juri di Sumatera,” terang pria yang memiliki bengkel custom Klinik Airbrush di wilayah Halim, Jakarta Timur.

Baca Juga: